Minggu, 12 April 2026

Kembangkan Pendidikan Vokasi, Wamen Fauzan Tekankan Inovasi dan Tata Kelola

Minggu, 25 Mei 2025 10:28 WIB
Kembangkan Pendidikan Vokasi, Wamen Fauzan Tekankan Inovasi dan Tata Kelola
Wamendiktisaintek Fauzan saat memberikan arahan dalam Rakornas ke-2 dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-3 Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (Pelita Indonesia) di Politeknik Industri ATMI, Cikarang, Selasa (20/5/2025). (Dok/Diktisaintek)
Cikarang (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, menegaskan bahwa perbaikan tata kelola dan inovasi merupakan dua faktor utama dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-2 dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-3 Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (Pelita Indonesia) yang diselenggarakan di Politeknik Industri Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI), Cikarang, Selasa.

Fauzan menyoroti peran strategis perguruan tinggi vokasi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing dan relevan dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan institusi pendidikan vokasi harus diperkuat agar lulusan vokasi tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu berinovasi dan menjadi pelaku pembangunan.

“Keunggulan apa yang bisa kita tawarkan? Kita harus menunjukkan keunikan dan keunggulan program studi. Coba konsentrasi dan lihat kembali program studi mana yang perlu diperkuat keunggulannya,” ujar Wamen Fauzan dalam pidatonya.

Ia juga mendorong politeknik swasta agar tidak ragu berinovasi dan melakukan berbagai terobosan dalam menyusun kurikulum dan pendekatan pembelajaran.

Menurutnya, mahasiswa vokasi seharusnya tidak hanya disiapkan menjadi tenaga pengajar, tetapi juga dibekali kemampuan untuk mendirikan dan mengelola institusi pendidikan yang unggul.

Pernyataan tersebut merespons tren meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi. Berdasarkan data Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025, lebih dari 61 ribu siswa menjadikan jenjang Sarjana Terapan dan Diploma Tiga (D3) sebagai pilihan pertama dalam seleksi masuk perguruan tinggi. Angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap prospek pendidikan vokasi yang semakin tinggi.

Ketua Umum Pelita Indonesia, Akhwanul Akmal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakornas kali ini merupakan ajang refleksi atas perjalanan organisasi selama tiga tahun terakhir sekaligus momen untuk memperkuat sinergi di masa mendatang.

“Tema besar kita adalah ‘Penguatan Politeknik Swasta sebagai Kampus Berdampak’. Kami ingin mendorong agar politeknik swasta mampu memberikan kontribusi nyata bagi negeri ini,” tutur Akhwanul.

Tema Rakornas tersebut sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang menjadikan pendidikan vokasi sebagai motor penggerak pembangunan daerah.

Melalui riset, inovasi, dan kolaborasi antara kampus, pemerintah, serta dunia usaha, pendidikan vokasi diharapkan mampu menjawab tantangan global dan kebutuhan industri nasional.

Fauzan menutup sambutannya dengan menegaskan pentingnya kolaborasi dan integrasi antarsektor dalam mengembangkan pendidikan vokasi.

Ia meyakini bahwa dengan tata kelola yang baik dan semangat inovatif, politeknik dan perguruan tinggi vokasi akan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten tetapi juga kontributif bagi pembangunan bangsa. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru