Minggu, 12 April 2026

Indonesia Tegaskan Komitmen Perkuat Kerja Sama Sains dan Teknologi di OIC-15 Dialogue Platform

Rabu, 21 Mei 2025 10:44 WIB
Indonesia Tegaskan Komitmen Perkuat Kerja Sama Sains dan Teknologi di OIC-15 Dialogue Platform
Dirjen Risbang Fauzan Adziman bersama delegasi negara anggota OKI dalam The 2nd Ministerial Meeting of OIC-15 Dialogue Platform di Tehran, Iran, Minggu (18/5/2025). (Dok/Diktisaintek)
Tehran (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan kesiapan untuk memperkuat kerja sama dan kontribusi dalam bidang sains dan teknologi bersama negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), khususnya dalam forum OIC-15 Dialogue Platform yang digelar di Tehran, Iran, Minggu (18/5/2025).

Kehadiran Indonesia di forum internasional ini diwakili oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Fauzan Adziman, yang memimpin delegasi pada pertemuan tingkat State Officials’ Meeting (SOM), sebagai bagian dari rangkaian The 2nd Ministerial Meeting of the Organisation of Islamic Cooperation (OIC-15).

Dalam pernyataannya, Dirjen Fauzan menegaskan pentingnya kerja sama yang konkret di antara negara anggota OIC dalam menghadapi tantangan global, khususnya di bidang teknologi, kesehatan, dan lingkungan.

“Rangkaian pertemuan ini akan menghasilkan dokumen luaran yang disebut Tehran Declaration, sebagai pijakan kerja sama strategis ke depan,” ujar Dirjen Fauzan.

Ia juga menambahkan bahwa dalam pembahasan SOM, sejumlah isu prioritas yang ditawarkan Indonesia untuk digarap dalam kerangka kerja komite teknis OIC-15 meliputi:

1. Teknologi baru, seperti artificial intelligence (AI), teknologi informasi, bioteknologi, dan nanosains;

2. Kesehatan dan obat-obatan;

3. Ketahanan pangan, air, perubahan iklim, dan tantangan lingkungan, dengan fokus utama pada isu ketahanan pangan;

4. Inkubasi teknologi, akselerasi inovasi, serta komersialisasi hasil riset.

Selain itu, Indonesia mendorong agar deklarasi yang dihasilkan juga memperhitungkan pendekatan praktis dengan melibatkan sektor swasta dan komunitas bisnis dalam implementasi kebijakan dan program.

“Kami menyarankan agar dokumen luaran yang disepakati juga relevan dan menarik bagi pelaku industri dan sektor bisnis, sehingga kolaborasi dapat berdampak langsung pada ekosistem inovasi,” tegasnya.

Dirjen Fauzan menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam forum ini selaras dengan visi Kemdiktisaintek melalui program Diktisaintek Berdampak, yang merupakan implementasi dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, dengan fokus pada hilirisasi riset, penguatan inovasi, dan keterkaitan antara teknologi dan sektor industri.

Indonesia juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara anggota OKI, serta berdialog dengan Wakil Presiden Iran Bidang Ekonomi Berbasis Pengetahuan, Hossein Afshin, pada hari kedua, Senin (19/5/2025), bersamaan dengan pelaksanaan Ministerial Meeting.

Partisipasi aktif Indonesia di OIC-15 Dialogue Platform diharapkan dapat memperkuat jejaring kolaborasi multilateral, meningkatkan kapasitas riset dan teknologi nasional, serta membuka peluang baru dalam pengembangan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan dunia Islam pada umumnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru