Sabtu, 11 April 2026

Teknologi IB, Andalan Kementan Percepat Pengembangan Kuda

Senin, 19 Mei 2025 12:14 WIB
Teknologi IB, Andalan Kementan Percepat Pengembangan Kuda
Seorang petugas Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang sedang melakukan proses pengambilan semen kuda di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. (Dok/Humas PKH)
Magetan (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat inovasi teknologi di sektor peternakan dengan mengembangkan metode Inseminasi Buatan (IB) untuk ternak kuda. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi antara Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang dengan Stable Joko Tingkir serta Pesantren Al-Falah Temboro di Magetan, Jawa Timur.

Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pengembangan produksi semen (mani) beku kuda, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penerapan teknologi IB di tingkat peternak lokal.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, dalam keterangannya menyebut bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Kementan untuk meningkatkan kualitas genetik kuda sekaligus memperluas penerapan teknologi reproduksi modern di sektor peternakan non-sapi.

Pakar reproduksi ternak dari IPB University, R Iis Arifiantini, menilai program ini merupakan bentuk sinergi yang baik antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat berbasis pesantren.

“Ini merupakan sinergi antara keilmuan dan semangat untuk mengembangkan ternak kuda di Indonesia. Semoga dengan pengembangan teknologi IB, ke depannya peternakan kuda dapat semakin meningkat, baik dari segi genetik maupun reproduksinya,” ujar Iis saat mendampingi kegiatan di Magetan.

Ketua Tim Kerja Produksi Semen Beku BIB Lembang, Eros Sukmawati, menambahkan bahwa pengembangan teknologi IB pada kuda masih memiliki peluang yang besar di Indonesia. Ia menyebut, kerja sama lintas sektor ini adalah model integrasi yang dapat direplikasi di daerah lain.

“Kami optimis dengan potensi besar IB untuk pengembangan kuda. Harapannya, kerja sama ini bisa menjadi contoh nyata integrasi antara ilmu pengetahuan, pesantren, dan lembaga pemerintah dalam membangun kemandirian peternakan nasional,” ungkap Eros.

BIB Lembang sebagai salah satu unit pelaksana teknis di bawah Kementan, terus mengembangkan inovasi dalam layanan Inseminasi Buatan, tak hanya untuk sapi, tetapi juga untuk jenis ternak lain seperti kuda dan kambing. Inovasi ini menjadi bagian dari kontribusi sektor peternakan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan populasi dan kualitas genetik kuda lokal dapat ditingkatkan secara signifikan, sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor peternakan berbasis teknologi.

Kegiatan ini juga memperkuat peran pesantren sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.

“Dengan keterlibatan pesantren, kita tidak hanya bicara ternak, tapi juga pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan,” tutup Agung Suganda. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru