Sabtu, 11 April 2026

Magelang Tempo Doeloe: Gelaran Ikonik Kembali Menghidupkan Sejarah

Kamis, 15 Mei 2025 10:50 WIB
Magelang Tempo Doeloe: Gelaran Ikonik Kembali Menghidupkan Sejarah
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono (berpakaian putih) mencoba telepon jadul sambil tertawa bersama tamu undangan saat membuka acara Magelang Tempo Doeloe 2025 di Alun-alun Kota Magelang, Sabtu malam (10/5/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Magelang (buseronline.com) - Peringatan Hari Jadi ke-1119 Kota Magelang kembali diramaikan dengan gelaran ikonik “Magelang Tempo Doeloe” (MTD), yang berlangsung di Alun-alun Kota Magelang pada 10-12 Mei 2025. Acara ini mengusung tema “Magelang Berdjoeang”, terinspirasi dari momentum bersejarah sekitar tahun 1945 hingga 1949 di Kota Magelang, saat perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI mencapai puncaknya.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, secara resmi membuka MTD 2025 pada Sabtu malam. Acara pembukaan berlangsung meriah dengan seluruh tamu, panitia, dan peserta mengenakan pakaian bernuansa zaman dulu (jadul), menambah kental suasana nostalgia.

Dalam sambutannya, Damar menegaskan bahwa MTD bukan sekadar ajang untuk mengenang masa lalu, tetapi juga seruan untuk merawat jati diri Kota Magelang di tengah tantangan modernisasi.

“MTD bukan sekadar simbol romantisme sejarah, tetapi sebuah seruan agar kita terus berjuang merawat jati diri kota ini,” kata Damar.

Momentum MTD 2025 ini sekaligus dimanfaatkan untuk meluncurkan kerja sama pariwisata kawasan Gelangmanggung, sebuah kolaborasi strategis antara Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Temanggung.

Damar menjelaskan, inisiatif ini bertujuan untuk membentuk ekosistem pariwisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman bersejarah yang membangkitkan kecintaan terhadap daerah.

“Kita ingin membentuk ekosistem pariwisata yang tak hanya menjual pemandangan, tetapi menawarkan pengalaman. Yang tak sekadar mendatangkan pengunjung, tetapi menumbuhkan kecintaan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun Magelang dengan kesadaran sejarah, bukan sekadar sebagai kota yang dikagumi karena masa lalunya.

“Lewat Magelang Tempo Doeloe, kita akan menyulam masa lalu dan masa depan dengan benang kebanggaan, semangat, dan cita-cita,” tuturnya.

Ketua Lapangan MTD 2025, Andritopo Senjoyo, menjelaskan bahwa tema “Magelang Berdjoeang” merujuk pada berbagai peristiwa bersejarah di kota ini, termasuk momentum pasca-proklamasi kemerdekaan di Jakarta yang menyebar hingga ke Magelang.

Selain itu, acara ini juga mengenang peristiwa agresi militer kedua, di mana pejuang dan masyarakat sipil di Kampung Tulung menjadi sasaran serangan tentara Jepang, mengakibatkan gugurnya sejumlah pejuang.

Tidak hanya mengenang perjuangan, MTD 2025 juga menampilkan 100 stan yang memamerkan beragam koleksi lawas, mulai dari sepeda kuno, barang antik, foto-foto bersejarah, angkutan lama, hingga pernak-pernik dan kuliner tempo doeloe.

“Kita kurasi produk yang dipamerkan, yang sesuai kriteria, seperti sesuai tema dan ada kekunoan atau jadul,” jelas Andritopo.

Selain pameran, acara ini juga menghadirkan 18 mata acara yang mengisi tiga hari pelaksanaannya. Mulai dari jelajah sejarah, pertunjukan seni budaya, bincang sejarah, hingga fragmen perjuangan yang menambah kekayaan makna dari perayaan ini.

Dengan kemeriahan yang ditawarkan, MTD 2025 bukan hanya sekadar perayaan, melainkan wujud nyata upaya untuk menjaga warisan budaya dan sejarah Kota Magelang agar tetap hidup dalam ingatan generasi mendatang. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru