Sabtu, 11 April 2026

2.569 Lampion Terangi Langit Borobudur Saat Puncak Waisak 2569 BE/2025

Kamis, 15 Mei 2025 10:41 WIB
2.569 Lampion Terangi Langit Borobudur Saat Puncak Waisak 2569 BE/2025
Umat Buddha dan peserta perayaan Waisak 2569 BE/2025 mengikuti prosesi doa dan penerangan api suci di pelataran Candi Borobudur, Senin (12/5/2025).
Magelang (buseronline.com) - Sebanyak 2.569 lampion menerangi langit di atas Candi Borobudur dalam puncak perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE/2025, yang berlangsung, Senin (12/5/2025) malam di lapangan Marga Utama, Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Ribuan umat Buddha dan masyarakat dari berbagai penjuru dunia hadir dalam perayaan yang meriah tersebut. Sekitar 4.000 peserta turut serta dalam Festival Lampion bertema “Light of Peace” yang menjadi simbol harapan untuk perdamaian dunia.

Ketua Majelis Buddha Mahanikaya Indonesia, Agus Jaya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan. “Hari ini luar biasa. Tahun lalu kita diguyur hujan, tapi tahun ini cuaca sangat cerah. Antusiasme peserta juga sangat tinggi. Semua berjalan dengan lancar dan sukses,” ujarnya usai penerbangan lampion.

Agus menambahkan, perayaan Waisak tahun ini mengusung tema “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia.”

Selain Festival Lampion, rangkaian acara Waisak juga meliputi perjalanan spiritual Thudong, kirab dari Candi Mendut ke Borobudur, detik-detik peringatan Waisak, serta ritual Pradaksina mengelilingi candi.

“Harapannya, Waisak kali ini bisa membawa kedamaian yang dimulai dari diri sendiri, dan kemudian menyebar untuk Indonesia dan dunia,” kata Agus.

Salah satu peserta, selebritas nasional Brandon Salim, juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa merayakan Waisak bersama keluarga besarnya. Ia datang bersama ayahnya, Ferry Salim, dan ibunya.

“Biasanya jarang banget kita bisa kumpul lengkap. Di sini kita bisa doa bareng dan menerbangkan lampion bersama. Senang banget,” ucap Brandon yang mengaku sudah empat hingga lima kali mengikuti perayaan Waisak di Borobudur.

Menurutnya, Waisak di Borobudur menjadi momen spiritual dan budaya yang patut direkomendasikan kepada semua orang.

Candi Borobudur sendiri selama bertahun-tahun menjadi pusat perayaan Waisak di Indonesia. Sebagai situs warisan dunia peninggalan wangsa Syailendra, Borobudur bukan hanya simbol spiritual, tetapi juga tempat pertemuan budaya dan destinasi wisata yang inklusif.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno turut hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan selamat Hari Waisak kepada umat Buddha. Ia menilai bahwa perayaan Waisak di Borobudur telah menjadi bagian dari seluruh masyarakat.

“Pesan kedamaian yang diusung dalam tema perayaan bisa dirasakan oleh semua yang datang, tidak hanya umat Buddha. Semoga ini berdampak besar bagi Magelang dan Jawa Tengah. Ke depan, kami berharap perayaan ini bisa semakin besar dan meriah,” ujar Sumarno. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru