Sabtu, 23 Mei 2026

Mendorong Inovasi dan Transformasi: Peran Strategis PTNBH dalam Menghadapi Tantangan Global

Senin, 12 Mei 2025 07:38 WIB
Mendorong Inovasi dan Transformasi: Peran Strategis PTNBH dalam Menghadapi Tantangan Global
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersama Ketua Forum Majelis Wali Amanat PTNBH Mohammad Nuh (kanan) saat menyampaikan pandangan dalam Silaturahmi dan Rapat Kerja Forum MWA PTNBH se-Indonesia di Semarang, Jumat (9/5/2025). (Do
Semarang (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan peran vital Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) sebagai pendorong utama kemajuan sains dan teknologi di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam Forum Majelis Wali Amanat (MWA) PTNBH se-Indonesia yang diselenggarakan pada Jumat, di Semarang.

Forum tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Ketua Forum MWA PTNBH periode 2024-2025 Mohammad Nuh, serta para pimpinan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa PTNBH memiliki peran yang sangat strategis dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, termasuk dalam hal disrupsi teknologi yang terjadi saat ini.

Ia menambahkan bahwa meskipun Indonesia memiliki lebih dari 4.400 perguruan tinggi, PTNBH diharapkan dapat menjadi lokomotif yang menggerakkan perubahan besar dalam dunia pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang sains dan teknologi.

“Dengan potensi yang ada, PTNBH diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam mengembangkan sains dan teknologi, serta menciptakan inovasi yang akan membawa Indonesia bersaing di tingkat global,” ujar Menteri Brian.

Lebih lanjut, Menteri Brian menyampaikan bahwa era disrupsi teknologi, seperti kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi kuantum, memberikan peluang besar bagi pengembangan Indonesia, sekaligus menghadirkan tantangan baru. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pemanfaatan optimal sumber daya manusia dan lulusan perguruan tinggi untuk memperkuat daya saing bangsa.

“Meski tingkat pendidikan Indonesia semakin meningkat, hanya sekitar 10,2 persen dari populasi usia produktif yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan yang siap menghadapi tantangan global,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua MWA Universitas Diponegoro (Undip), Mohamad Nasir, menyoroti masalah pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di PTNBH, terutama terkait dengan usia produktif para guru besar yang semakin tua dan kurangnya tenaga pengajar muda. Nasir juga menyoroti dana abadi perguruan tinggi yang telah dibentuk oleh pemerintah, namun manfaatnya dinilai belum optimal dirasakan oleh perguruan tinggi.

“Pengelolaan SDM di PTNBH perlu mendapat perhatian serius, karena usia para guru besar semakin menua dan kurangnya tenaga pengajar muda. Selain itu, dana abadi yang ada saat ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara efektif,” ujarnya.

Nasir juga meminta agar pemerintah memberikan arahan yang lebih konkret terkait pemanfaatan dana tersebut untuk mendukung pengembangan PTNBH, baik dalam aspek riset, pengajaran, maupun infrastruktur.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum MWA PTNBH periode 2024-2025, Mohammad Nuh, mengajak semua pihak untuk lebih berfokus pada hasil yang berdampak dan berkelanjutan. Menurut Nuh, transformasi yang diharapkan bukan hanya berbicara tentang ide, tetapi juga realisasi yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita harus bertransformasi dari ‘men of ideas’ menjadi ‘men of realization’. Setiap langkah kita harus menghasilkan output yang jelas dan bermanfaat bagi masyarakat serta berkontribusi pada kemajuan bangsa,” kata Nuh.

Menanggapi hal ini, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengemukakan lima langkah strategis yang akan dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri untuk mendukung penguatan PTNBH.

Langkah-langkah tersebut meliputi pemberian hibah oleh pemerintah daerah, pembangunan infrastruktur pendukung kampus, penyediaan beasiswa untuk lulusan SMA dan SMK, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, serta pengembangan program riset dan inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

“Kementerian Dalam Negeri siap mendukung PTNBH dengan memberikan hibah dari pemerintah daerah, membangun infrastruktur yang mendukung kampus, dan menyelenggarakan program beasiswa untuk lulusan SMA dan SMK agar dapat melanjutkan studi di PTNBH,” ujar Tito.

Tito juga menegaskan bahwa regulasi yang ada sudah mengakomodasi pemberian hibah kepada PTNBH, dan kementeriannya akan terus memperlancar mekanisme tersebut. “Kami akan terus berkomitmen untuk mengedukasi kepala daerah dan pimpinan perguruan tinggi agar dukungan terhadap PTNBH semakin optimal,” tambahnya.

Forum ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi untuk mempercepat transformasi pendidikan tinggi yang lebih inovatif, produktif, dan berdampak luas.

PTNBH diharapkan dapat menjadi pionir dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya siap untuk bersaing di tingkat global, tetapi juga berkontribusi besar terhadap pembangunan nasional.

“Mari kita bersama-sama bersinergi untuk menciptakan masa depan pendidikan tinggi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa,” tutup Menteri Brian. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
BNPT dan Densus 88 Perkuat Sinergi Perlindungan Anak dan Literasi Digital untuk Cegah Radikalisme di Era Digital
Polri Perkuat Pelayanan Digital, Luncurkan SIM Digital hingga E-TLE Drone Mobile
PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2026, Duel Dua Raja Liga Eropa
Wabup Taput Resmi Buka Kejurnas Pacuan Kuda 2026 di Siborongborong
Pemko Bogor Fasilitasi 544 Warga Ikuti Pendidikan Gratis Lewat PKBM
Pengurus DPC GAMKI Taput Dilantik, Bupati JTP Hutabarat Soroti Tantangan Generasi Strawberry
komentar
beritaTerbaru