Sabtu, 11 April 2026

Kemdiktisaintek Tingkatkan Hubungan Bilateral dengan Iran

Rabu, 07 Mei 2025 10:34 WIB
Kemdiktisaintek Tingkatkan Hubungan Bilateral dengan Iran
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam rangka penguatan kerja sama bilateral di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, di Jakarta, Senin (5/5/2
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat hubungan bilateral dengan Republik Islam Iran melalui kerja sama di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Kemdiktisaintek, Brian Yuliarto, dan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kantor Kemdiktisaintek, Senin.

Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi, termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen, program beasiswa, serta riset bersama antara institusi pendidikan tinggi kedua negara. Kedua pihak juga membahas partisipasi Indonesia dalam forum OIC-15 Dialogue Platform yang akan berlangsung di Tehran, Iran.

Menteri Brian menyampaikan harapannya agar pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem sains dan teknologi yang berkelanjutan melalui kerja sama internasional.

“Kami ingin memahami lebih jauh mengenai pengembangan ekosistem sains dan teknologi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi akademik antara Indonesia dan Iran,” kata Menteri Brian.

Duta Besar Mohammad menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa Iran siap membuka ruang kolaborasi, termasuk penyediaan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia di berbagai jenjang, khususnya pascasarjana.

“Ada beberapa beasiswa dari universitas di Iran untuk mahasiswa Indonesia. Kami juga ingin menyediakan beasiswa kelas bahasa Persia untuk 100 orang,” ujarnya.

Sebagai bentuk penguatan kerja sama, Menteri Brian mengusulkan program visiting professors dan pendanaan riset bersama (joint funding) antara peneliti dari kedua negara. Ia juga menyarankan adanya program riset kolaboratif jangka panjang.

“Kita bisa melakukan matchmaking peneliti dari Indonesia dan Iran. Mereka bisa melakukan penelitian bersama, misalnya dua tahun di Indonesia, dua tahun di Iran,” jelasnya.

Terkait kendala bahasa, Iran akan menambah kelas internasional dan membuka pelatihan bahasa Persia untuk mahasiswa asing, termasuk dari Indonesia.

Menteri Brian juga menyatakan ketertarikannya untuk bertemu langsung dengan pihak pemerintahan Iran di bidang pendidikan tinggi dalam kunjungannya ke Tehran untuk membahas langkah konkret kerja sama lebih lanjut.

Duta Besar Mohammad pun menyambut baik rencana tersebut dan berharap hubungan akademik dan ilmiah kedua negara semakin erat di masa mendatang. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru