Jumat, 10 April 2026

Hardiknas 2025, KPK Gelar Nobar dan Dongeng Antikorupsi Bersama Pelajar DKI Jakarta

Senin, 05 Mei 2025 10:30 WIB
Hardiknas 2025, KPK Gelar Nobar dan Dongeng Antikorupsi Bersama Pelajar DKI Jakarta
Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, didampingi Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo, Sekretaris Inspektorat DKI Jakarta, Dina Himawati, dan sejumlah pejabat lainnya saat membuka kegiatan Mendongeng dan Nonton Bareng Film Antikorupsi–ACF
Jakarta (buseronline.com) - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Mendongeng dan Nonton Bareng (Nobar) Film Antikorupsi–ACFFEST” di Gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK, Jakarta, Jumat. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta didik mulai dari jenjang PAUD hingga SMP dari berbagai wilayah di DKI Jakarta.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi KPK dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan antikorupsi (PAK) melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter bangsa, dan nilai-nilai integritas harus ditanamkan sejak usia dini.

“Pendidikan antikorupsi harus dilakukan sejak usia dini secara berkelanjutan, agar Indonesia memiliki generasi masa depan yang berintegritas dan membawa perubahan positif. Anak-anak harus tumbuh sebagai ‘superhero’ yang menjunjung nilai-nilai integritas seperti jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras,” ujar Ibnu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang dijalankan oleh Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, yang menyuguhkan berbagai aktivitas edukatif seperti dongeng boneka Piknik di Kumbinesia, pertunjukan sulap, permainan, dan penayangan lagu anak bertema integritas untuk peserta PAUD dan TK.

Sementara itu, bagi siswa SD dan SMP, KPK menayangkan film-film pendek antikorupsi hasil karya Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) yang dikemas secara edukatif tanpa kesan menggurui, guna membangun kesadaran dan nilai-nilai integritas.

Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, menambahkan bahwa integritas merupakan bentuk loyalitas terhadap prinsip moral, yang harus diperkuat melalui konsistensi di lingkungan pendidikan.

“Jika melihat hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024, praktik menyontek masih ditemukan di 78% sekolah dan 98% kampus, sementara 43% responden menyatakan plagiarisme terjadi di kampus. Ini menunjukkan pentingnya integrasi nilai antikorupsi dalam kurikulum pendidikan,” ujar Wawan.

Wawan juga menegaskan bahwa KPK telah meluncurkan Indeks Integritas Pendidikan 2024 sebagai langkah awal penguatan pendidikan antikorupsi secara holistik melalui kurikulum resmi maupun pendekatan informal.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo, menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi inisiatif KPK dalam membekali peserta didik dengan nilai-nilai antikorupsi yang relevan dengan jenjang usia mereka.

Senada dengan itu, Sekretaris Inspektorat DKI Jakarta, Dina Himawati, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi berkelanjutan antara KPK dan Pemprov DKI Jakarta dalam mempercepat implementasi pendidikan antikorupsi di wilayah ibu kota.

Menurutnya, program seperti Keluarga Berintegritas yang menyasar aparatur sipil negara dan keluarganya sudah menunjukkan dampak positif dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran sejak usia dini. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
PMI Siap Salurkan Bantuan untuk Warga Iran
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, Perkuat Daya Saing dan Akses Pasar
Pertamina Borong PROPER 2026, Sabet 14 Emas dan 108 Hijau
Jabar Bangun PSEL di Sarimukti dan Kayumanis, Sampah Diolah Jadi Listrik
Bupati Taput Tegaskan Disiplin ASN dan Optimalisasi Aset Daerah
BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Jaga Debit Air Danau Toba Jelang Kemarau
komentar
beritaTerbaru