Selasa, 07 April 2026

Transformasi Pendidikan Melalui Deep Learning: Sorotan Konferensi SEAMEO SEAMOLEC

GY Simanjuntak MSi - Jumat, 21 Februari 2025 09:28 WIB
Transformasi Pendidikan Melalui Deep Learning: Sorotan Konferensi SEAMEO SEAMOLEC
Diskusi panel dalam Konferensi Internasional SEAMEO SEAMOLEC bertajuk "Empowering Deep Learning through Technology-Enhanced Project-Based Learning" di Jakarta, Selasa (18/2/2025). (Dok/Kemendikdasmen)
Jakarta (buseronline.com) - SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) menggelar Konferensi Internasional bertajuk “Empowering Deep Learning through Technology-Enhanced Project-Based Learning” pada Selasa, di Jakarta.

Acara ini menghadirkan para ahli pendidikan untuk membahas peran deep learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Konferensi dibuka oleh Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kemendikdasmen, Iwan Junaedi, serta Direktur SEAMEO SEAMOLEC, Wahyudi.

Dalam sambutannya, Iwan menekankan bahwa deep learning merupakan pendekatan utama dalam program kementerian.

“Deep learning bukan sekadar kurikulum, tetapi pendekatan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah,” ujar Iwan. Sementara itu, Wahyudi mengapresiasi peran Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) dalam mendukung keberhasilan program ini.

Dalam sesi presentasi, Pengembang Kurikulum Kemendikdasmen, Fathur Rohim, menyampaikan materi berjudul “Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Ia menegaskan bahwa penerapan deep learning menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

“Kita harus mengambil langkah sekarang agar pembelajaran mendalam dapat memberikan dampak nyata sebelum 2035,” kata Fathur.

Selain itu, Maiko Okuda, peneliti dari Platform for Sustainable Education and Community, memaparkan konsep Project-Based Learning (PBL) yang telah diterapkan di Jepang.

Menurutnya, model pembelajaran berbasis proyek sangat kompatibel dengan konsep deep learning dan bisa diterapkan di Indonesia.

Djohan Yoga, instruktur Mind Map International, juga turut memberikan wawasan melalui presentasi “Radiant Thinking for Achieving Deep Learning.”

Ia menjelaskan bagaimana teknik mind mapping dapat membantu siswa memahami konsep secara lebih efektif dalam proses pembelajaran mendalam.

Ketua Umum APSI, Agus Sukoco, dalam penutupan acara menekankan bahwa konferensi ini bukan sekadar diskusi, tetapi harus diterapkan dalam sistem pendidikan.

“Mulai dari mindful, meaningful, hingga joyful, semoga bisa menjadi impactful. Kita harus segera mengimplementasikannya di sekolah agar berdampak dan berkelanjutan,” tuturnya.

Konferensi ini diharapkan dapat mendorong penerapan deep learning secara lebih luas di Indonesia demi pendidikan yang lebih berkualitas. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru