Sabtu, 11 April 2026

Upaya Kolaboratif Warga Sekolah SMAN 1 Pengaron Wujudkan Pembiasaan SAIH

Senin, 03 Februari 2025 09:16 WIB
Upaya Kolaboratif Warga Sekolah SMAN 1 Pengaron Wujudkan Pembiasaan SAIH
Siswa-siswi SMAN 1 Pengaron antusias mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) di lapangan sekolah sebagai bagian dari pembiasaan hidup sehat. (Dok/Kemendikdasmen)
Kalimantan Selatan (buseronline.com) - SMAN 1 Pengaron, Kabupaten Banjar, mendukung penuh penerapan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) sebagai bagian dari Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Program ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan positif bagi siswa dalam menjaga kebugaran, kedisiplinan, dan kerja sama.

Kepala SMAN 1 Pengaron, Ayu Herlina Rustam, menjelaskan bahwa senam bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga memiliki manfaat dalam meningkatkan motorik dan membangun kebiasaan hidup sehat bagi siswa.

“Senam membantu meningkatkan kebugaran, disiplin, serta kerja sama antar siswa. Kami ingin menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan menyenangkan,” ujar Ayu Herlina Rustam.

Di SMAN 1 Pengaron, SAIH mulai dilaksanakan secara serempak sejak 8 Januari 2025. Kegiatan ini dilakukan secara rutin dua kali seminggu, yaitu setiap Rabu dalam program Pelaksanaan Aksi Sehat Bergizi dan Jumat dalam Program Sehat. Selain itu, senam juga dilakukan di dalam kelas sebagai ice breaking sebelum pembelajaran dimulai.

Beberapa siswa merasakan dampak positif dari kebiasaan baru ini. Tasya Firyal An Nabil, siswa kelas XII Merdeka 1, mengaku lebih bersemangat setelah mengikuti SAIH.

“Saya merasa lebih segar dan antusias. Gerakannya mudah dan menyenangkan,” katanya. Sementara itu, Maulana, siswa kelas X Merdeka 2, menambahkan bahwa senam membantu meningkatkan fokusnya saat belajar.

“Setelah senam, saya merasa lebih siap untuk belajar dan bisa lebih konsentrasi,” ujarnya.

Meski memberikan banyak manfaat, pelaksanaan SAIH di SMAN 1 Pengaron juga menghadapi tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan waktu, mengingat padatnya jadwal pembelajaran di tingkat SMA.

Selain itu, fasilitas sekolah yang terbatas juga menjadi kendala, terutama lapangan yang tidak cukup luas untuk menampung seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Faktor lain adalah motivasi siswa, karena tidak semua siswa terbiasa berolahraga secara rutin.

Untuk memastikan program berjalan efektif, SMAN 1 Pengaron menggandeng wali murid, komite sekolah, dinas pendidikan, dan pengawas dalam pelaksanaannya.

“Kami melakukan sosialisasi dan mengajak kolaborasi semua pihak. Kami juga membentuk Tim Kerja Bersama untuk merencanakan dan memantau implementasi program ini,” jelas Ayu Herlina Rustam.

Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga membentuk karakter siswa. Program ini menanamkan nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, kepemimpinan, kemandirian, dan tanggung jawab.

Dengan total 237 peserta didik dan 29 tenaga pendidik, SMAN 1 Pengaron berharap kegiatan ini dapat membantu siswa dalam mengelola stres, meningkatkan konsentrasi belajar, serta membangun kebiasaan hidup sehat yang akan berguna bagi masa depan mereka. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Indonesia Bidik Peluang Ekspor Pupuk Global di Tengah Gangguan Distribusi Selat Hormuz
Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis, Perkuat Stabilitas Keamanan di Dogiyai
Indonesia Kalahkan Vietnam 3-2, Lolos ke Final Piala AFF Futsal 2026
Crystal Palace Hajar Fiorentina 3-0, Dekat ke Semifinal Liga Konferensi
Kementan Genjot Tanam Serentak 10.000 Hektare, Antisipasi Dampak El Nino
Nottingham Forest Curi Hasil Imbang di Markas FC Porto
komentar
beritaTerbaru