Sabtu, 11 April 2026

Diskusi Kelompok Terpumpun Badan Bahasa Dorong Kemajuan Literasi Nasional

Kamis, 12 Desember 2024 13:37 WIB
Diskusi Kelompok Terpumpun Badan Bahasa Dorong Kemajuan Literasi Nasional
Suasana Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) yang melibatkan berbagai pakar bahasa dan sastra, membahas langkah-langkah strategis dalam memajukan literasi di Indonesia. (Dok/Kemendikdasmen)
Jakarta (buseronline.com) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) bertajuk "Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya untuk Indonesia Emas Tahun 2045" pada 9 hingga 12 Desember 2024 di Jakarta.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Literasi Nasional (FLN) yang bertujuan untuk meningkatkan kecakapan literasi masyarakat Indonesia secara menyeluruh.

Sebanyak 44 peserta yang terdiri dari pakar bahasa dan sastra, sastrawan, pegiat literasi, dan akademisi terlibat dalam diskusi ini.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Bahasa E Aminudin Aziz menekankan pentingnya literasi sebagai dasar peradaban bangsa.

"Kecakapan literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pemahaman kritis terhadap teks dan konteks yang mendasarinya. Ini adalah kunci bagi kemajuan bangsa," ujar Aminudin.

Badan Bahasa, sebagai bagian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), memiliki tugas utama dalam melaksanakan Gerakan Literasi Nasional (GLN) sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Kemendikbudristek 2020-2024.

Tugas tersebut tidak dapat dilaksanakan tanpa kerjasama lintas sektor antara Badan Bahasa dengan komunitas literasi dan sastra.

Diskusi kali ini membahas enam topik utama, yaitu sastra dalam persekolahan, penginternasionalan karya sastra, sastra anak, pelestarian sastra daerah, sastra digital, dan gerakan literasi semesta.

Harapannya, diskusi ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat mengatasi berbagai tantangan literasi di Indonesia, baik di bidang pendidikan, budaya, maupun teknologi.

Aminudin menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan literasi nasional. "Tanpa kolaborasi ini, literasi hanya akan menjadi jargon tanpa implementasi yang nyata," ujarnya.

Sesi diskusi juga melibatkan pembahasan tentang kebijakan pengajaran sastra di sekolah, pelestarian sastra daerah, serta pengembangan sastra digital.

Hasil dari diskusi ini akan dituangkan dalam rekomendasi yang akan ditindaklanjuti dalam program pembudayaan literasi nasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam kesempatan terpisah, menekankan pentingnya karya sastra dalam membangun identitas bangsa. "Jika kita ingin maju, kita harus berinvestasi pada budaya membaca dan literasi sastra," katanya.

Sebagai bagian dari FLN 2024, DKT bertujuan untuk memperkaya program literasi dengan inovasi-inovasi baru, termasuk pengembangan peta jalan literasi semesta yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, dari keluarga hingga komunitas.

Badan Bahasa juga berencana untuk memperkenalkan bahan bacaan bermutu, melestarikan manuskrip kuno, serta mempromosikan sastra digital, dengan tujuan memperluas akses sastra Indonesia di kancah global.

Acara ini ditutup dengan rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi input penting bagi kebijakan literasi nasional.

Aminudin optimis hasil diskusi ini akan menjadi langkah awal untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang lebih literat dan kompetitif di tingkat internasional. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pelaksanaan TKA SMP di Banten Lancar, Wamendikdasmen Apresiasi Sekolah
1,8 Juta Lebih Siswa Ikuti Hari Pertama TKA SMP, Pelaksanaan Berjalan Lancar
TKA SMP/MTs Digelar, Siswa SMPLB Tunjukkan Antusiasme Tinggi
Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin
Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
komentar
beritaTerbaru