Sabtu, 11 April 2026

Kemendikdasmen Sediakan Pembelajaran Darurat dan Dukungan Psikososial Pasca Erupsi Gunung Lewotobi

Jumat, 15 November 2024 09:27 WIB
Kemendikdasmen Sediakan Pembelajaran Darurat dan Dukungan Psikososial Pasca Erupsi Gunung Lewotobi
Siswa mengikuti pembelajaran darurat di salah satu lokasi pengungsian pasca erupsi Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. (Dok/Kemendikdasmen)
Nusa Tenggara Timur (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menanggapi dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terjadi pada 3 November 2024 di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Erupsi tersebut mengganggu 66 satuan pendidikan di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura, yang berdampak pada 458 guru dan 5.383 siswa. Selain itu, 17 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan pada gedung dan fasilitas pendukung lainnya.

Sebagai respons cepat, Kemendikdasmen memastikan anak-anak yang terdampak tetap mendapatkan akses pendidikan meskipun dalam situasi darurat.

Pembelajaran darurat telah dimulai di 8 lokasi pengungsian pada 9 November 2024, dengan dukungan fasilitas seperti tenda ruang kelas darurat yang disediakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial. Tenda-tenda tersebut kini digunakan sebagai ruang kelas sementara untuk para siswa.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengadakan pembelajaran yang aman dan mendukung pemulihan psikososial siswa.

"Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah dan mitra organisasi untuk memberikan layanan pendidikan darurat dan dukungan psikososial kepada anak-anak terdampak bencana," ujarnya di Jakarta, Selasa (12/11/2024).

Kemendikdasmen juga telah menyiapkan berbagai bantuan untuk mendukung kelancaran pembelajaran di lokasi pengungsian. Bantuan tersebut meliputi 15 unit tenda ruang kelas darurat, 1.570 paket perlengkapan belajar, 3.464 buku bacaan non-teks pelajaran, serta paket masker dan family kit untuk membantu keluarga yang terdampak.

Selain itu, Kemendikdasmen terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk rehabilitasi sarana pendidikan yang rusak.

Organisasi mitra juga turut berperan dalam menyediakan dukungan psikososial serta mendistribusikan perlengkapan sekolah untuk mendukung upaya pemulihan pendidikan.

Kemendikdasmen berkomitmen untuk memastikan kelangsungan pendidikan bagi anak-anak yang terdampak bencana.

"Kami akan terus memastikan pendidikan berjalan dengan baik, berkolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, dan pihak terkait lainnya untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung pemulihan pasca bencana," tutup Suharti. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pelaksanaan TKA SMP di Banten Lancar, Wamendikdasmen Apresiasi Sekolah
1,8 Juta Lebih Siswa Ikuti Hari Pertama TKA SMP, Pelaksanaan Berjalan Lancar
TKA SMP/MTs Digelar, Siswa SMPLB Tunjukkan Antusiasme Tinggi
Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin
Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
komentar
beritaTerbaru