Sabtu, 11 April 2026

Konferensi Internasional di Australia Soroti Transformasi Digital dan Keberlanjutan

Senin, 04 November 2024 11:26 WIB
Konferensi Internasional di Australia Soroti Transformasi Digital dan Keberlanjutan
Sejumlah peserta dari Indonesia, Malaysia, dan negara lainnya berkumpul untuk berbagi wawasan di konferensi ICoCSIM 2024 di Melbourne. (Dok/Kemendikdasmen)
Australia (buseronline.com) - Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Republik Vanuatu, Siswo Pramono, menyampaikan presentasi mengenai transformasi digital Indonesia dalam acara The 5th International Conference on Computational Science and Information Management (ICoCSIM) 2024 di Melbourne, Australia, Senin (28/10/2024).

Dalam pidatonya, Dubes Siswo menyoroti pertumbuhan ekonomi signifikan di Asia terkait digitalisasi. Ia mengacu pada Presidensi G-20 Indonesia pada tahun 2022, di mana Indonesia memiliki 276 program dengan tema “Welfare for the World,” di mana delapan persen di antaranya berfokus pada inisiatif digital.

Dubes Siswo juga menekankan keuntungan geografis Indonesia dan Australia, yang memiliki kesamaan zona waktu, sehingga memfasilitasi transaksi ekonomi antara kedua negara.

“Antara Perth dan Bali itu hanya beda 2 jam, jadi waktu transaksinya kurang lebih sama. Berbeda jika kita berbicara tentang Amerika atau Eropa yang perbandingan waktunya sangat jauh,” ujarnya.

Sesi berikutnya diisi oleh Mazlina Abdul Majid dari Universitas Malaysia Pahang, yang membahas keberlanjutan dalam Internet of Things (IoT).

Ia menjelaskan bahwa Green IoT bertujuan untuk mengatasi tantangan lingkungan melalui proses simulasi dan menghindari pemanfaatan sumber daya yang tidak optimal. “Dengan Green IoT, kita dapat menangani masalah lingkungan secara lebih komprehensif,” katanya.

Teddy Mantoro dari Indonesia juga mempresentasikan hasil penelitiannya tentang Artificial Intelligence (AI). Ia menjelaskan bahwa AI kini tidak hanya digunakan untuk memprediksi, tetapi juga untuk menciptakan inovasi baru dalam seni dan teknologi.

Namun, Teddy mengingatkan tentang potensi risiko penyalahgunaan AI dan pentingnya regulasi yang memadai untuk mengidentifikasi dan mengatasi isu sosial serta etik yang mungkin muncul.

Ketua penyelenggara konferensi, Benny Benyamin Nasution, mengungkapkan bahwa acara ini mengangkat 15 tema besar terkait Computational Science dan 10 tema mengenai information management. Konferensi ICoCSIM dihadiri oleh 75 peserta, di mana 20 orang hadir secara luring dan 55 lainnya secara daring, berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand. (R)

Foto :

Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Republik Vanuatu, Siswo Pramono, memberikan presentasi tentang transformasi digital Indonesia pada konferensi The 5th International Conference on Computational Science and Information Management (ICoCSIM) 2024 di Melbourne, Australia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pelaksanaan TKA SMP di Banten Lancar, Wamendikdasmen Apresiasi Sekolah
1,8 Juta Lebih Siswa Ikuti Hari Pertama TKA SMP, Pelaksanaan Berjalan Lancar
TKA SMP/MTs Digelar, Siswa SMPLB Tunjukkan Antusiasme Tinggi
Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin
Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
komentar
beritaTerbaru