Jumat, 23 Oktober 2026

Mabbim Dorong Pengembangan Bahasa Indonesia dan Melayu

Senin, 30 September 2024 12:00 WIB
Mabbim Dorong Pengembangan Bahasa Indonesia dan Melayu
Musyawarah Sekretariat Mabbim 2024 yang berlangsung 23-26 September 2024, di Brunei Darussalam. (Dok/Kemendikbudristek)
Brunei Darussalam (buseronline.com) - Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim) sukses menggelar Musyawarah Sekretariat Tahun 2024 di Brunei Darussalam, yang berlangsung 23-26 September. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing negara anggota Mabbim, termasuk Indonesia.

Dalam musyawarah ini, Indonesia mengajukan beberapa rancangan kegiatan untuk penginternasionalan bahasa Indonesia, serta berbagi praktik baik dalam pengembangan bahasa serumpun. Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menekankan pentingnya kontribusi Indonesia dalam diplomasi kebahasaan regional.

“Terima kasih kepada negara serumpun Brunei Darussalam dan Malaysia. Kami merasakan kesan mendalam selama Musyawarah Sekretariat Mabbim. Kami berharap program kerja Mabbim dapat terus ditingkatkan sesuai perkembangan zaman,” ujar Hafidz.

Mabbim memiliki misi untuk membina dan mengembangkan bahasa resmi di ketiga negara agar menjadi bahasa peradaban tinggi dan teknologi modern. Agenda tahunan Mabbim meliputi Musyawarah Sekretariat dan Forum Ketua Mabbim, yang memutuskan program kerja untuk tahun mendatang.

Dengan kegiatan ini, Mabbim berupaya merespons dinamika perkembangan zaman dan memperkuat kerja sama kebahasaan antara Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
PKK Sumut Didorong Percepat Penemuan 74.308 Kasus TBC
Wali Kota Magelang Dorong Koperasi Merah Putih Dikelola Profesional dan Transparan
Real Madrid Taklukkan RB Leipzig 4-1, Mbappe Ikut Cetak Gol
KPK Soroti Politik Uang dan Biaya Politik Tinggi, Dorong Pembenahan Tata Kelola Partai
Wali Kota Medan Ajak Santri Kuasai Teknologi untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Investasi Jawa Tengah Capai Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Tenaga Kerja
komentar
beritaTerbaru