Jumat, 23 Oktober 2026

PKK Sumut Didorong Percepat Penemuan 74.308 Kasus TBC

Jumat, 23 Oktober 2026 16:50 WIB
PKK Sumut Didorong Percepat Penemuan 74.308 Kasus TBC
Kepala Seksi P2PM Dinkes Sumut dr Nora Violita Nasution MKes saat menjadi narasumber dalam Seminar Peningkatan Kapasitas Kader PKK se-Sumut Tahun 2026 yang diselenggarakan TP PKK Provinsi Sumut di Hotel Grand Mercure Medan, Rabu (21/10/2026).

Medan (buseronline.com) - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut) melibatkan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk mempercepat penemuan kasus tuberkulosis (TBC) yang diperkirakan mencapai 74.308 kasus di Sumatera Utara (Sumut).

Keterlibatan kader PKK diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini, mencegah penularan, serta mendukung keberhasilan pengobatan pasien TBC.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Sumut, Nora Violita Nasution, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 13 April 2026, penemuan kasus TBC di Sumut baru mencapai 12.212 kasus atau 16,4 persen dari estimasi kasus yang ada.

Sementara itu, target penemuan kasus ditetapkan sebesar 90 persen dalam satu tahun, dengan target triwulan pertama sebesar 22,5 persen. Adapun angka keberhasilan pengobatan pasien TBC baru mencapai 79 persen dari target 90 persen.

Hal tersebut disampaikan Nora saat menjadi narasumber dalam Seminar Peningkatan Kapasitas Kader PKK se-Sumut Tahun 2026 yang diselenggarakan TP PKK Provinsi Sumut di Hotel Grand Mercure Medan, pada 21 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli I PKK Sumut, Titiek Sugiharti, serta para kader PKK dari 33 kabupaten/kota se-Sumut.

Dalam pemaparannya, Nora menjelaskan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua negara dengan beban TBC terbesar di dunia setelah India, dengan estimasi 1.090.000 kasus dan 125.000 kematian. Sementara itu, Sumut berada di urutan keempat secara nasional berdasarkan estimasi jumlah kasus, setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Menurutnya, TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lainnya, seperti tulang, kelenjar getah bening, kulit, hingga otak.

"TB ini merupakan program PHTC Presiden RI dan program PSD Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut. Karena itu kami membutuhkan bantuan para kader PKK untuk menemukan penderita TBC," ujar Nora.

Ia mengatakan, kader PKK memiliki peran strategis dalam membantu penemuan kasus melalui pelacakan kontak erat pasien, terutama anggota keluarga yang tinggal serumah maupun orang-orang yang sering berinteraksi dengan penderita.

Selain melakukan pendataan, kader juga diharapkan melakukan skrining gejala TBC, merujuk orang yang diduga terinfeksi ke fasilitas pelayanan kesehatan, serta mendampingi mereka menjalani pemeriksaan.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Dinkes Sumut Temukan Indikasi Gangguan Jiwa pada Warga Lewat Program Cek Kesehatan Gratis
komentar
beritaTerbaru