Kamis, 29 Oktober 2026

Kemendikdasmen Revitalisasi 55.451 Sekolah dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 16:10 WIB
Kemendikdasmen Revitalisasi 55.451 Sekolah dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti dalam konferensi pers Pencapaian Dua Tahun Kemendikdasmen di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mencatat program revitalisasi dan pengembangan satuan pendidikan telah menjangkau 55.451 sekolah sepanjang 2025-2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan memasuki tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Selain pembenahan fasilitas sekolah, pemerintah juga memperkuat digitalisasi pembelajaran, meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru, serta memperluas bantuan pendidikan bagi peserta didik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti mengatakan, pencapaian selama dua tahun pertama menjadi fondasi untuk membangun sistem pendidikan yang berkualitas dan merata.

"Dua tahun pertama ini merupakan periode penting untuk membangun fondasi pendidikan berkualitas bagi semua. Angka yang kita raih hari ini bukanlah hasil akhir, melainkan parameter dan tolok ukur bagi kita untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam mendidik bangsa," kata Mu'ti dalam konferensi pers Pencapaian Dua Tahun Kemendikdasmen di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, pada 26 Oktober 2026.

Berdasarkan data per 20 Oktober 2026, program revitalisasi dan pengembangan sekolah pada 2025 telah menjangkau 16.167 lembaga pendidikan, melampaui target 10.440 lembaga. Tingkat penyelesaian pembangunan mencapai 99,96 persen.

Sementara itu, sepanjang 2026, program tersebut telah menjangkau 39.284 lembaga pendidikan atau 123,75 persen dari target 31.744 lembaga.

Pelaksanaan program menggunakan skema swakelola dengan penyaluran dana langsung ke sekolah. Program ini juga melibatkan lebih dari 58.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal serta menyerap sekitar 238.000 tenaga kerja.

Kemendikdasmen turut memprioritaskan pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana. Di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebanyak 3.134 dari 3.178 sekolah yang ditargetkan telah direvitalisasi atau mencapai 98,62 persen.

Untuk penanganan bencana lainnya, revitalisasi telah menjangkau 747 dari 749 sekolah atau sebesar 99,73 persen. Pemerintah juga mengalokasikan Rp1,4 triliun untuk memulihkan layanan pendidikan pascabencana di tiga provinsi tersebut.

Di bidang digitalisasi, pada 2025 sebanyak 288.865 sekolah menjadi sasaran penerimaan papan interaktif digital (PID) beserta perangkat pendukungnya. Pada 2026, distribusi PID ditargetkan mencapai 742.536 unit, dengan realisasi 72.258 unit hingga periode pelaporan.

Pemerintah juga menyiapkan akses listrik bagi 2.389 sekolah, akses internet untuk 8.152 sekolah, serta pendampingan pemanfaatan PID bagi 126.097 sekolah. Sementara itu, pengembangan Sekolah Nasional Terpadu (SNT) telah memasuki tahap operasional.

Sebanyak 17 SNT beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 dengan menerima 1.360 siswa baru di 13 provinsi. Pemerintah merencanakan pengembangan di 20 kabupaten/kota lainnya dengan target mencapai 100 sekolah pada 2027.

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru, jumlah penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) non-ASN pada 2026 mencapai 804.788 orang. Adapun penerima Tunjangan Khusus Guru (TKG) non-ASN tercatat sebanyak 31.131 orang.

Sejak 2025, besaran TPG bagi guru non-ASN yang belum memiliki sertifikat pendidik meningkat dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Insentif guru non-ASN juga naik dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 per bulan.

Hingga September 2026, penyaluran tunjangan bagi guru dan tenaga kependidikan non-ASN mencapai Rp16,64 triliun kepada 890.280 penerima.

Peningkatan kesejahteraan tersebut diikuti pengembangan kompetensi. Sepanjang 2025-2026, sebanyak 868.615 guru mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Buka Ujian Susulan TKA pada 30 Oktober, Siswa Terdampak Gangguan Jaringan Bisa Ikut
Kemendikdasmen Luncurkan Peta Jalan Pendidikan Multibahasa Asia Tenggara
Kemendikdasmen Gelar Kompetisi Juara Kelas Indonesia, Libatkan Sekolah dari 38 Provinsi
Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi dengan Dewan Pendidikan, Fokus Tingkatkan Mutu Pembelajaran
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Swasembada Pangan Dipercepat dan Produksi Pertanian Meningkat
Kemendikdasmen Latih Guru di Empat Provinsi untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana
komentar
beritaTerbaru