Kamis, 29 Oktober 2026

Revitalisasi Pasar Cijerah Cerah Bandung Tingkatkan Kenyamanan dan Dorong Ekonomi Pedagang

Kamis, 29 Oktober 2026 14:15 WIB
Revitalisasi Pasar Cijerah Cerah Bandung Tingkatkan Kenyamanan dan Dorong Ekonomi Pedagang
Revitalisasi Pasar Cijerah Cerah di Kota Bandung menghadirkan perubahan signifikan dari sisi kebersihan, penataan, kenyamanan, hingga fasilitas pendukung bagi pedagang dan pengunjung.

Bandung (buseronline.com) - Revitalisasi Pasar Cijerah Cerah di Kota Bandung menghadirkan perubahan signifikan dari sisi kebersihan, penataan, kenyamanan, hingga fasilitas pendukung bagi pedagang dan pengunjung.

Dilansir dari laman Jabarprov, pasar yang sebelumnya identik dengan tumpukan sampah dan kondisi kurang tertata kini menjadi kawasan perdagangan yang lebih bersih dan nyaman.

Selain memperbaiki fasilitas pasar tradisional, pengelola juga menghadirkan Cijerah Food Market sebagai upaya memperluas aktivitas ekonomi dan membuka peluang usaha bagi pelaku kuliner.

Kepala Pasar Cijerah Cerah Kota Bandung Denny Arifin mengatakan proses revitalisasi berlangsung selama tujuh hingga delapan bulan. Pembangunan berjalan kondusif berkat dukungan para pedagang dan unsur kewilayahan.

Revitalisasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Perumda Pasar Juara Kota Bandung bersama PT Mitra Karya Prospekta.

"Pasar Cijerah Cerah merupakan salah satu dari sekian banyak pasar di Kota Bandung yang telah melakukan revitalisasi atau peremajaan. Alhamdulillah, setelah peremajaan, pasar dapat beroperasi dengan lancar dan didukung penuh oleh semua pihak," ujar Denny.

Menurutnya, perubahan terlihat dari lingkungan pasar yang lebih bersih, penataan lapak yang lebih baik, serta fasilitas yang semakin memadai. Pasar Cijerah Cerah juga telah melalui audit Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan menjadi pasar pertama di Kota Bandung yang dinyatakan lulus Standar Nasional Indonesia (SNI).

Fasilitas yang tersedia meliputi toilet yang lebih representatif, sarana keamanan dan kebersihan, serta area parkir sepeda motor dan mobil yang lebih tertata.

Pengelola juga mulai menerapkan pengolahan sampah secara mandiri, khususnya sampah organik melalui budidaya maggot atau larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly).

Denny menjelaskan, program pengolahan sampah tersebut masih dalam tahap pengembangan. Saat ini, pengelola mengolah sekitar satu kuintal sampah organik dan menghasilkan kurang lebih 12 kilogram maggot setiap minggu.

Hasil budidaya tersebut kemudian disalurkan untuk pakan ikan di kolam-kolam sekitar pasar. "Untuk pengolahan sampah, kami melakukan magotisasi. Hasilnya kami coba suplai ke kolam-kolam yang ada di wilayah sekitar. Jadi, sampah organiknya sudah mulai kami kelola," katanya.

Untuk mendorong aktivitas ekonomi, pengelola meluncurkan Cijerah Food Market pada 17 Oktober 2026. Kawasan kuliner ini diharapkan dapat menghidupkan aktivitas pasar di luar jam perdagangan tradisional sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kuliner untuk mengembangkan bisnis.

Pengunjung dapat menikmati berbagai pilihan makanan tradisional dan kopi. Pengelola juga masih membuka kesempatan bagi calon penyewa tempat usaha atau tenant yang ingin bergabung.

Denny berharap keberadaan kawasan kuliner tersebut dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara pedagang pasar tradisional dan pelaku usaha kuliner.

"Kami mencoba melakukan aktivasi untuk mendorong ekonomi atau ekosistem yang ada di Pasar Cijerah ini. Harapannya, pengunjung yang datang ke food market juga bisa berbelanja di pasar tradisional, sehingga seluruh ekosistemnya berjalan dan roda ekonomi tetap berputar dengan baik," tuturnya.

Pasar tradisional mulai beroperasi sejak pukul 03.00 WIB, khususnya untuk area basah, hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Sementara itu, Cijerah Food Market beroperasi hingga pukul 21.00 WIB pada hari kerja dan pukul 22.00 WIB pada akhir pekan.

Berbagai kegiatan, seperti pertunjukan musik langsung dan nonton bareng pertandingan sepak bola, turut digelar untuk menarik minat masyarakat berkunjung.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wagub Erwan Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Sistem Kesehatan Jawa Barat
Piala Soeratin 2026 Berakhir di IKN, ASIOP, Persib Bandung, dan Waamanat Bhintuka FC Raih Gelar Juara
3.000 Mahasiswa Telkom University Diterjunkan untuk Edukasi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Bandung
Pemko Bandung Dorong Perempuan Rutin Skrining Kanker Payudara dan Serviks
RSUD Bandung Kiwari Hadirkan Program Kawal Kiwari untuk Pantau Anak Berisiko Stunting
184 Pelajar SMP di Bandung Raih Penghargaan Duke of Edinburgh, 17 Siswa Capai Gold Award
komentar
beritaTerbaru