Bandung (buseronline.com) - Revitalisasi Pasar Cijerah Cerah di Kota Bandung menghadirkan perubahan signifikan dari sisi kebersihan, penataan, kenyamanan, hingga fasilitas pendukung bagi pedagang dan pengunjung.
Dilansir dari laman Jabarprov, pasar yang sebelumnya identik dengan tumpukan sampah dan kondisi kurang tertata kini menjadi kawasan perdagangan yang lebih bersih dan nyaman.
Selain memperbaiki fasilitas pasar tradisional, pengelola juga menghadirkan Cijerah Food Market sebagai upaya memperluas aktivitas ekonomi dan membuka peluang usaha bagi pelaku kuliner.
Kepala
Pasar Cijerah Cerah Kota
Bandung Denny Arifin mengatakan proses revitalisasi berlangsung selama tujuh hingga delapan bulan. Pembangunan berjalan kondusif berkat dukungan para pedagang dan unsur kewilayahan.
Revitalisasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Perumda Pasar Juara Kota Bandung bersama PT Mitra Karya Prospekta.
"
Pasar Cijerah Cerah merupakan salah satu dari sekian banyak pasar di Kota
Bandung yang telah melakukan revitalisasi atau peremajaan. Alhamdulillah, setelah peremajaan, pasar dapat beroperasi dengan lancar dan didukung penuh oleh semua pihak," ujar Denny.
Menurutnya, perubahan terlihat dari lingkungan pasar yang lebih bersih, penataan lapak yang lebih baik, serta fasilitas yang semakin memadai. Pasar Cijerah Cerah juga telah melalui audit Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan menjadi pasar pertama di Kota Bandung yang dinyatakan lulus Standar Nasional Indonesia (SNI).
Fasilitas yang tersedia meliputi toilet yang lebih representatif, sarana keamanan dan kebersihan, serta area parkir sepeda motor dan mobil yang lebih tertata.
Pengelola juga mulai menerapkan pengolahan sampah secara mandiri, khususnya sampah organik melalui budidaya maggot atau larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly).
Denny menjelaskan, program pengolahan sampah tersebut masih dalam tahap pengembangan. Saat ini, pengelola mengolah sekitar satu kuintal sampah organik dan menghasilkan kurang lebih 12 kilogram maggot setiap minggu.
Hasil budidaya tersebut kemudian disalurkan untuk pakan ikan di kolam-kolam sekitar pasar. "Untuk pengolahan sampah, kami melakukan magotisasi. Hasilnya kami coba suplai ke kolam-kolam yang ada di wilayah sekitar. Jadi, sampah organiknya sudah mulai kami kelola," katanya.
Untuk mendorong aktivitas ekonomi, pengelola meluncurkan Cijerah Food Market pada 17 Oktober 2026. Kawasan kuliner ini diharapkan dapat menghidupkan aktivitas pasar di luar jam perdagangan tradisional sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kuliner untuk mengembangkan bisnis.
Pengunjung dapat menikmati berbagai pilihan makanan tradisional dan kopi. Pengelola juga masih membuka kesempatan bagi calon penyewa tempat usaha atau tenant yang ingin bergabung.
Denny berharap keberadaan kawasan kuliner tersebut dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara pedagang pasar tradisional dan pelaku usaha kuliner.
"Kami mencoba melakukan aktivasi untuk mendorong ekonomi atau ekosistem yang ada di Pasar Cijerah ini. Harapannya, pengunjung yang datang ke food market juga bisa berbelanja di pasar tradisional, sehingga seluruh ekosistemnya berjalan dan roda ekonomi tetap berputar dengan baik," tuturnya.
Pasar tradisional mulai beroperasi sejak pukul 03.00 WIB, khususnya untuk area basah, hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Sementara itu, Cijerah Food Market beroperasi hingga pukul 21.00 WIB pada hari kerja dan pukul 22.00 WIB pada akhir pekan.
Berbagai kegiatan, seperti pertunjukan musik langsung dan nonton bareng pertandingan sepak bola, turut digelar untuk menarik minat masyarakat berkunjung.
Saat ini,
Pasar Cijerah Cerah menaungi sekitar 190 pedagang dari berbagai komoditas. Pengelola berharap peningkatan fasilitas dan bertambahnya aktivitas kuliner dapat meningkatkan jumlah pengunjung serta mendorong pendapatan pedagang.
Denny juga mengajak masyarakat, khususnya warga
Bandung Kulon dan wilayah sekitarnya, untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari sekaligus menikmati kuliner di
Pasar Cijerah Cerah. Ia turut mengharapkan dukungan semua pihak dalam menjaga ketertiban lingkungan pasar, termasuk penataan pedagang kaki lima (PKL).
Perubahan kondisi pasar turut dirasakan para pedagang yang telah bertahun-tahun berjualan di Pasar Cijerah Cerah.
Rudi, pedagang sayuran yang telah berjualan selama sekitar 12 tahun, menilai kondisi pasar saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia merasakan peningkatan dari sisi kebersihan, perawatan bangunan, dan kenyamanan saat berjualan.
"Dulu pasarnya kurang bagus, sekarang mah bagus. Kalau dulu banyak yang bocor, sekarang enak, bersih, terawat, dan tertata. Yang belanja juga sekarang nyaman," ujar Rudi.
Hal senada disampaikan Idan, pedagang yang telah berjualan di
Pasar Cijerah selama sekitar 20 tahun. Menurutnya, penataan tempat berdagang dan area parkir yang lebih baik memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.
"Sekarang tempatnya lebih bagus, lebih enak, dan lebih nyaman buat yang belanja. Tempat parkir juga lumayan luas. Harapannya, jualan bisa ramai terus dan semakin banyak pengunjung yang datang," kata Idan.
Melalui revitalisasi, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta pengembangan kawasan kuliner,
Pasar Cijerah Cerah diharapkan semakin berkembang menjadi pusat perdagangan yang bersih, nyaman, dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Kota
Bandung. (R)
beritaTerkait
komentar