Minggu, 18 Oktober 2026

Bermain Angklung, Anak-anak TK IT Mekar Insani Belajar Kerja Sama dan Toleransi

Minggu, 18 Oktober 2026 18:15 WIB
Bermain Angklung, Anak-anak TK IT Mekar Insani Belajar Kerja Sama dan Toleransi
Suara angklung menggema di TK IT Mekar Insani, Yogyakarta, saat anak-anak memainkan lagu tradisional “Padhang Bulan” dengan penuh antusias.

Yogyakarta (buseronline.com) - Suara angklung menggema di TK IT Mekar Insani, Yogyakarta, saat anak-anak memainkan lagu tradisional "Padhang Bulan" dengan penuh antusias.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, di balik kegiatan musik tersebut, tersimpan pembelajaran penting tentang kerja sama, kedisiplinan, kesabaran, dan sikap menghargai sesama sejak usia dini.

Salah satu peserta kegiatan adalah Bintang dan Bulan, dua bersaudara yang bersekolah di TK IT Mekar Insani. Keduanya mendapat tugas memainkan angklung bernada "si".

Mereka tampak bersemangat menunggu giliran untuk membunyikan alat musik tersebut. "Aku sangat senang," ujar Bintang, yang disambut persetujuan dari Bulan.

Kepala TK IT Mekar Insani, Zenny Savitri menjelaskan bahwa bermain angklung merupakan kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan minat dan bakat anak-anak di bidang seni. Kegiatan ini dilaksanakan setiap Kamis dengan bimbingan instruktur Achmad Miftahur Rochim.

Menurut Zenny, kegiatan bermain angklung tidak hanya memperkenalkan musik tradisional Indonesia, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bekerja sama, disiplin, serta bersabar ketika menunggu giliran memainkan nada.

"Melalui angklung, anak-anak belajar kolaborasi dan disiplin, sekaligus melatih kesabaran. Mereka harus menunggu giliran sesuai dengan nada yang dimainkan. Dari kebiasaan sederhana ini, kami berharap dapat menumbuhkan sikap positif yang akan terbawa ke kehidupan sehari-hari mereka," kata Zenny, pada 15 Oktober 2026.

Instruktur angklung, Achmad Miftahur Rochim, menuturkan bahwa setiap anak memiliki peran penting dalam menghasilkan sebuah lagu yang harmonis. Tidak ada satu anak pun yang dapat menciptakan harmoni secara mandiri tanpa mendengarkan dan bekerja sama dengan teman-temannya.

Dalam proses pembelajaran, anak-anak diajak mengikuti permainan musik melalui isyarat tangan dan pendampingan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Anak-anak yang masih kurang percaya diri juga didorong untuk mencoba tanpa takut melakukan kesalahan.

"Angklung mengajarkan bahwa keindahan tidak diciptakan oleh satu orang hebat, tetapi oleh banyak orang yang bersedia mendengarkan satu sama lain. Tugas kami bukan hanya menghasilkan anak-anak berbakat yang bermain musik, tetapi juga membantu mereka belajar untuk menerima perbedaan mereka," ujar Achmad.

Kegiatan tersebut menjadi contoh penerapan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi pendidikan karakter anak usia dini. Melalui aktivitas sederhana seperti menunggu giliran, memperhatikan aba-aba, dan menghargai peran teman, anak-anak belajar memahami pentingnya hidup berdampingan secara harmonis.

Pembelajaran melalui angklung juga menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk menciptakan sesuatu yang indah. Sebaliknya, ketika setiap anak diberi kesempatan untuk berpartisipasi dan saling menghargai, tercipta kebersamaan yang menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat penguatan pendidikan karakter yang didorong oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yakni membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga berkarakter positif serta mampu menghargai orang lain. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Stula PKA VII Jateng Kaji Inovasi Visiting Jogja dan Pengembangan Desa Wisata
76 Pelajar dari 38 Provinsi Dikukuhkan sebagai Duta SMA 2026 di Candi Prambanan
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif dalam Suara Inklusi di Yogyakarta
Kemendikdasmen Percepat Revitalisasi SLB, Wujudkan Pendidikan Inklusif di Yogyakarta
Pertamina Dukung Percepatan Pengelolaan Sampah Melalui Proyek PSEL di Kertamantul
177 Guru Ikuti Upskilling dan Reskilling Vokasi Seni dan Budaya Gelombang II
komentar
beritaTerbaru