Selasa, 06 Oktober 2026

Mendikdasmen: Guru Berperan sebagai Agen Pembelajaran dan Peradaban

Selasa, 06 Oktober 2026 13:15 WIB
Mendikdasmen: Guru Berperan sebagai Agen Pembelajaran dan Peradaban
Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti dalam webinar internasional bertajuk “Pendidikan Berkualitas untuk Semua: Peran Guru dalam Menciptakan Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman”, yang digelar Puspeka Kemendikdasmen RI bersama Institut Leimena, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, pendidikan harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat pembelajaran, termasuk dalam membangun hubungan dengan orang lain yang berbeda agama, kepercayaan, dan budaya. "Kita tidak mendidik robot, tetapi manusia," kata Matius.

Ia menilai keberhasilan guru dalam mendidik juga membutuhkan dukungan masyarakat dan pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Matius menyebut program Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang dijalankan Institut Leimena bersama puluhan lembaga mitra dari berbagai agama selama lima tahun terakhir telah menjangkau lebih dari 12.000 guru dan pendidik di 38 provinsi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan UNESCO Jakarta Santosh Khatri menilai lingkungan belajar yang baik bagi siswa harus didukung lingkungan profesional yang baik bagi guru.

Menurutnya, budaya sekolah yang aman dan nyaman merupakan bagian dari proses pembelajaran karena siswa dapat mengembangkan empati dan kemampuan untuk hidup bersama dengan orang lain.

Ia mengatakan AI dapat membantu guru dalam perencanaan pembelajaran dan pengembangan profesional. Namun, peran manusiawi guru tetap penting, terutama dalam memahami kondisi siswa, mengenali persoalan yang belum mereka ungkapkan, serta membimbing mereka untuk mendengarkan dan menghormati orang lain.

Pengalaman membangun interaksi antaragama juga dibagikan alumni LKLB sekaligus Wakil Direktur Sekolah Kristen Tritunggal, Yonathan Djalimun.

Ia menceritakan kegiatan kunjungan persahabatan antaragama yang dilakukan siswa SMA Tritunggal Semarang ke Pondok Pesantren Al Manar di Tengaran dan Pondok Pesantren Amal Sholeh.

Menurut Yonathan, kegiatan tersebut menjadi pengalaman penting bagi siswa untuk mengenal keberagaman secara langsung dan membangun rasa saling percaya. "Praktik lebih berkesan daripada sekadar teori di kelas," tulis Yonathan dalam presentasinya.

Webinar yang didukung Templeton Religion Trust tersebut mempertemukan perspektif pemerintah, pendidik, dan lembaga internasional dalam mendorong pendidikan berkualitas bagi semua. Kegiatan digelar secara daring melalui Zoom dengan penerjemahan simultan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Mendikdasmen Dorong LPTK dan Sekolah Perkuat Ekosistem Pendidikan
61 Satuan Pendidikan di Kebumen Direvitalisasi, Wamendikdasmen Tekankan Penguatan Karakter Siswa
OPSI 2026 Jadi Wadah Pengembangan Talenta Penelitian dan Inovasi Siswa
Mendikdasmen Dorong Mahasiswa Kuasai Pengetahuan, Keterampilan, dan Karakter
Mendikdasmen Tinjau Revitalisasi SDN 1 Kedungjaya Cirebon
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Pancasila melalui Budaya Sekolah
komentar
beritaTerbaru