Senin, 21 September 2026

Indonesia Siapkan 20 Kompetitor untuk WorldSkills Competition 2026 di Shanghai

Minggu, 20 September 2026 15:50 WIB
Indonesia Siapkan 20 Kompetitor untuk WorldSkills Competition 2026 di Shanghai
Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi WSC 2026 yang akan berlangsung di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok.

Jakarta (buseronline.com) - Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi WorldSkills Competition (WSC) 2026 yang akan berlangsung di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, sebanyak 20 kompetitor dan 17 expert disiapkan untuk membawa nama Indonesia dalam kompetisi keterampilan vokasi tingkat dunia tersebut.

Para kompetitor berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa dan alumni SMK hingga peserta dari institusi pendidikan dan mitra industri.

Mereka telah menjalani pembinaan intensif yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga mental, kedisiplinan, fokus, dan ketelitian. Persiapan teknis dimulai melalui Competition Preparation Week pada Februari 2026.

Selanjutnya, para kompetitor mengikuti berbagai simulasi yang dibuat menyerupai kondisi pertandingan sebenarnya agar terbiasa menghadapi tekanan waktu, standar kerja, serta tuntutan presisi dalam kompetisi.

Salah satu kompetitor Indonesia, Kanya Anggrek Gunawan, alumnus SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus, Jawa Tengah, akan berlaga di bidang 3D Game Art. Ia mengaku bangga sekaligus antusias mendapat kesempatan mewakili Indonesia.

"Persiapan yang kami jalani cukup panjang dan banyak hal yang saya pelajari, bukan hanya tentang kompetensi, tetapi juga bagaimana menjaga fokus, disiplin, dan mental dalam menghadapi kompetisi," ujar Kanya di Jakarta, pada 15 September 2026.

Kanya berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan dapat membantunya tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.

Bidang 3D Game Art menjadi tantangan tersendiri bagi Kanya karena merupakan bidang yang untuk pertama kalinya diikuti Indonesia dalam ajang tersebut.

Sementara itu, kompetitor bidang Auto Body Repair, Dewangga Pratama Putra dari SMK Krian 2 Sidoarjo, Jawa Timur, telah menjalani persiapan sekitar enam bulan bersama industri.

Pelatihan dilakukan di dua lokasi dengan dukungan peralatan dan lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan kompetisi.

"Untuk target saya, yang paling utama adalah Gold Medal, tapi yang paling minimum adalah Medal of Excellence," kata Dewangga.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama persiapan dan kompetisi nantinya dapat dibagikan kepada siswa di sekolahnya. Menurutnya, pengalaman tersebut penting untuk mendorong munculnya generasi penerus di bidang auto body repair.

Persiapan juga dilakukan oleh tim Robot Systems Integration. Ekspert bidang tersebut, Reza Pahlevi, mengatakan tim yang didampinginya merupakan juara pertama ASEAN Skills 2025 di Filipina.

Menjelang WSC 2026, tim menjalani pelatihan selama sekitar tiga hingga empat bulan di training center industri. Menurut Reza, bidang Robot Systems Integration semakin penting seiring perkembangan robotik dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

"Kalau kita tidak meng-upskilling, tidak me-reskilling kita, kita akan ketinggalan zaman, ketinggalan teknologi yang nantinya akan diambil oleh AI dan robotik yang ada di dunia. Jadi, kita harus persiapkan ke era baru yaitu robotik dan AI," ujarnya.

Reza optimistis timnya mampu memberikan hasil terbaik di Shanghai. Meski terdapat keterbatasan penggunaan peralatan yang sama persis dengan perangkat kompetisi, pelatihan terus dilakukan agar kompetitor mampu beradaptasi dengan kondisi pertandingan.

"Targetnya di WorldSkills 2026 ini, tetap kita optimistis kita bisa bawa pulang emas pertama untuk Indonesia tahun ini di bidang Robot Systems Integration," katanya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Indonesia Kirim 20 Kompetitor ke WorldSkills Competition 2026 di Shanghai
Indonesia Raih Empat Medali Perunggu di Olimpiade Matematika Internasional 2026
Huawei Umumkan Rencana Peluncuran Perangkat Jaringan 5.5G Komersial di 2024
Huawei Dorong Peningkatan 5G Pada Empat Area Industri Guna Raup Dividen Digital Secara Optimal
komentar
beritaTerbaru