Senin, 31 Agustus 2026

Kemendikdasmen-ANRI Perkuat Pemanfaatan Arsip untuk Pendidikan dan Sejarah Bangsa

Senin, 31 Agustus 2026 16:15 WIB
Kemendikdasmen-ANRI Perkuat Pemanfaatan Arsip untuk Pendidikan dan Sejarah Bangsa
Kemendikdasmen RI bersama ANRI memperkuat kerja sama dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip sebagai sumber informasi, pendidikan, kebudayaan, dan sejarah bangsa.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) memperkuat kerja sama dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip sebagai sumber informasi, pendidikan, kebudayaan, dan sejarah bangsa.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemendikdasmen dan ANRI yang dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti di Jakarta, pada 27 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Abdul Mu'ti juga menyerahkan sejumlah arsip statis Kemendikdasmen kepada ANRI. Salah satu dokumen yang diserahkan adalah naskah national statement Mendikdasmen dalam Sidang Umum UNESCO ke-43.

Abdul Mu'ti mengatakan, keberadaan arsip sangat penting untuk menghadirkan kembali berbagai peristiwa yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Karena itu, arsip tidak boleh hanya dipandang sebagai kumpulan dokumen yang tersimpan, tetapi harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Inilah yang menurut saya menjadi bagian dari bagaimana arsip itu menjadi dokumen hidup. Dia tidak hanya menjadi tumpukan kertas, tetapi menjadi dokumen hidup yang membuat bangsa itu juga menjadi kaya dengan dokumennya itu dan bisa berjaya dengan dokumennya itu," kata Abdul Mu'ti.

Menurutnya, dokumen-dokumen masa lalu dapat menjadi modal sejarah dan intelektual bagi bangsa untuk memahami perjalanan yang telah dilalui. Pengetahuan tersebut penting untuk menjadi bahan pembelajaran dalam menghadapi masa depan.

"Menghadirkan kembali dokumen dalam bentuk yang relatif otentik itu menjadi sesuatu yang punya makna dalam konteks kita belajar," ujarnya.

Abdul Mu'ti menyebut naskah national statement yang diserahkan kepada ANRI memiliki nilai sejarah penting. Dokumen tersebut menjadi bagian dari perjalanan Indonesia di tingkat internasional, termasuk perkembangan bahasa Indonesia di dunia.

Menurutnya, pengakuan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi UNESCO menjadi salah satu tonggak penting yang menunjukkan kontribusi Indonesia dalam perkembangan peradaban dunia.

"Semuanya adalah bagian dari sejarah bangsa yang menjadi tonggak penting tidak hanya bagi kita sebagai bangsa Indonesia, tetapi juga bagi peradaban dunia. Karena dengan menjadi salah satu bahasa resmi UNESCO, Indonesia berkontribusi besar dalam membangun khazanah kesusastraan dan peradaban dunia," katanya.

Kepala ANRI Mego Pinandito mengatakan, kerja sama dengan Kemendikdasmen tidak hanya menyangkut tata kelola arsip, tetapi juga mencakup penyelamatan, pelestarian, perlindungan, hingga pemanfaatan arsip secara lebih luas.

Mego mengapresiasi pengelolaan kearsipan yang telah dilakukan Kemendikdasmen. Berdasarkan hasil pengawasan kearsipan tahun 2025, Kemendikdasmen memperoleh nilai 98,14 dengan kategori sangat memuaskan.

Sementara itu, tingkat digitalisasi arsip Kemendikdasmen mencapai 98,09, yang juga masuk kategori sangat memuaskan.

"Jadi dengan model yang seperti inilah kemudian kami selalu mengharapkan kementerian dan lembaga bisa minimal sama dengan Kemendikdasmen," ujar Mego.

Ia menegaskan, arsip statis yang diserahkan dan dilestarikan di ANRI tidak boleh berhenti sebagai dokumen atau sekadar bukti pertanggungjawaban lembaga. Arsip harus dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan bagi masyarakat.

"Arsip statis yang diserahkan dan dilestarikan di ANRI bukan hanya sebagai bukti pertanggungjawaban, tetapi kami terus dorong untuk bisa menjadi bagian penting dari sumber informasi, pendidikan, kebudayaan, dan sejarah," ungkapnya.

Rangkaian kegiatan tersebut juga diisi dengan forum diskusi serta penandatanganan perjanjian kerja sama mengenai pemanfaatan arsip statis dalam pembelajaran dan penyusunan buku pendidikan.

Melalui kerja sama tersebut, Kemendikdasmen dan ANRI mendorong agar arsip dapat dimanfaatkan secara lebih optimal, khususnya sebagai sumber pembelajaran bagi generasi muda sekaligus sebagai bagian dari upaya menjaga memori dan sejarah bangsa. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Salurkan Rp4,18 Miliar untuk Pulihkan 71 LKP Terdampak Banjir di Aceh dan Sumut
Kemendikdasmen Berikan Dukungan Psikososial bagi Murid dan Guru Terdampak Gempa NTT
10 Tahun NGTS, Kemendikdasmen Dorong Sekolah Jadi Agen Perubahan Gizi Anak
Kemendikdasmen Targetkan 90.447 Guru SD Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris
Kemendikdasmen Luncurkan DigiSkillBadge untuk Perkuat Rekam Jejak Kompetensi Murid SMK
Gempa Flores Berdampak pada 1.378 Satuan Pendidikan, Pembelajaran Tetap Berjalan
komentar
beritaTerbaru