Kamis, 15 Oktober 2026

Kemendikdasmen-ANRI Perkuat Pemanfaatan Arsip untuk Pendidikan dan Sejarah Bangsa

Senin, 31 Agustus 2026 16:15 WIB
Kemendikdasmen-ANRI Perkuat Pemanfaatan Arsip untuk Pendidikan dan Sejarah Bangsa
Kemendikdasmen RI bersama ANRI memperkuat kerja sama dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip sebagai sumber informasi, pendidikan, kebudayaan, dan sejarah bangsa.
Sementara itu, tingkat digitalisasi arsip Kemendikdasmen mencapai 98,09, yang juga masuk kategori sangat memuaskan.

"Jadi dengan model yang seperti inilah kemudian kami selalu mengharapkan kementerian dan lembaga bisa minimal sama dengan Kemendikdasmen," ujar Mego.

Ia menegaskan, arsip statis yang diserahkan dan dilestarikan di ANRI tidak boleh berhenti sebagai dokumen atau sekadar bukti pertanggungjawaban lembaga. Arsip harus dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan bagi masyarakat.

"Arsip statis yang diserahkan dan dilestarikan di ANRI bukan hanya sebagai bukti pertanggungjawaban, tetapi kami terus dorong untuk bisa menjadi bagian penting dari sumber informasi, pendidikan, kebudayaan, dan sejarah," ungkapnya.

Rangkaian kegiatan tersebut juga diisi dengan forum diskusi serta penandatanganan perjanjian kerja sama mengenai pemanfaatan arsip statis dalam pembelajaran dan penyusunan buku pendidikan.

Melalui kerja sama tersebut, Kemendikdasmen dan ANRI mendorong agar arsip dapat dimanfaatkan secara lebih optimal, khususnya sebagai sumber pembelajaran bagi generasi muda sekaligus sebagai bagian dari upaya menjaga memori dan sejarah bangsa. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Rumah Pendidikan Hadirkan Pembelajaran Interaktif, Bantu Guru dan Siswa di SMA Negeri 80 Jakarta
Revitalisasi Dua Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Ditargetkan Rampung Desember 2026
Kemendikdasmen Perkuat Digitalisasi PAUD untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Anak Usia Dini
Kemendikdasmen Raih Platinum Awards AHI 2026, Sabet 21 Trofi Penghargaan
Kemendikdasmen Dorong Pendidikan Jadi Penggerak Konservasi Keanekaragaman Hayati
IMSO ke-23 Resmi Ditutup, 207 Matematikawan Muda dari 23 Negara Adu Kemampuan
komentar
beritaTerbaru