Rabu, 07 Oktober 2026

Papan Interaktif Digital Dorong Guru di Bandung Barat Ciptakan Pembelajaran Lebih Interaktif

Senin, 17 Agustus 2026 15:50 WIB
Papan Interaktif Digital Dorong Guru di Bandung Barat Ciptakan Pembelajaran Lebih Interaktif
Pemanfaatan teknologi digital mulai membawa perubahan dalam proses pembelajaran di sejumlah sekolah di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
"Semoga pembelajaran di sekolah saya, utamanya di kelas saya, bisa lebih aktif. Banyak siswa yang tadinya pasif bisa mengikuti pembelajaran dengan baik, terutama di pelajaran Matematika yang tadinya mungkin membosankan dan mumet, jadi lebih antusias," tuturnya.

Pengalaman serupa disampaikan Dewa Romshani, guru SMP PGRI 385 Puteran. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mempelajari berbagai fitur yang terdapat dalam Papan Interaktif Digital.

Beberapa fitur yang dipelajari antara lain penggunaan lima jari, dua layar, serta penerjemahan otomatis dalam Bahasa Inggris.

"Alhamdulillah yang saya dapatkan dari pelatihan advokasi ini banyak sekali, mulai dari fitur-fitur papan interaktif digital, mulai dari lima jari, kemudian bisa dua layar, kemudian saya lebih tahu bahwa ternyata Bahasa Inggris juga bisa dipakai di papan interaktif ini mulai dari translate otomatis," kata Dewa.

Menurutnya, penggunaan teknologi membuat guru memiliki lebih banyak pilihan dalam menyampaikan materi. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada materi, tetapi juga pada media yang digunakan untuk membuat siswa lebih mudah memahami pelajaran.

"Saya jadi lebih tahu bahwasanya belajar itu enggak hanya soal materi, tetapi tentang media belajar yang bisa digunakan dan dikembangkan oleh AI dan papan interaktif ini," ujarnya.

Dewa berencana membagikan pengetahuan yang diperolehnya kepada guru-guru lain di sekolah. Ia juga akan mengembangkan kembali berbagai media pembelajaran untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam kepada siswa.

Dewa berharap kegiatan advokasi pemanfaatan perangkat digital dapat diperluas sehingga lebih banyak guru memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan.

Menurutnya, saat ini peserta merupakan perwakilan dari masing-masing sekolah. Karena itu, diperlukan pelatihan lanjutan agar pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi dapat diteruskan kepada guru-guru lainnya.

"Harapan saya untuk pelatihan advokasi ini mungkin lebih luas lagi cakupan guru yang dituju. Mungkin ke depannya bisa lebih banyak lagi untuk guru-guru yang lain untuk bisa mengikuti pelatihan advokasi ini," tuturnya.

Ia menilai pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi guru, terutama dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah yang masih memiliki keterbatasan.

Pemanfaatan Papan Interaktif Digital dan AI di Bandung Barat menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi pembelajaran.

Kehadiran perangkat digital diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas sekolah, tetapi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, dan menarik.

Dengan peningkatan kompetensi serta pendampingan yang berkelanjutan, teknologi diharapkan semakin terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar dan pada akhirnya memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi seluruh peserta didik. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Nawal Arafah Yasin Dorong Penggunaan AI untuk Tingkatkan Daya Kritis Anak
Bunda PAUD Jateng Dukung Perjuangan Guru PAUD Raih Kesetaraan Hak Profesi
61 Satuan Pendidikan di Kebumen Direvitalisasi, Wamendikdasmen Tekankan Penguatan Karakter Siswa
OPSI 2026 Jadi Wadah Pengembangan Talenta Penelitian dan Inovasi Siswa
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Pancasila melalui Budaya Sekolah
Bunda PAUD Jepara: PAUDHI Bukan Sekadar Lengkapi Administrasi
komentar
beritaTerbaru