Menanggapi hal tersebut, Dedi menjelaskan bahwa jalan yang dimaksud merupakan jalan nasional sehingga kewenangannya berada di pemerintah pusat.
Meski demikian, ia akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait kondisi jalan tersebut. Jika mendapat izin, Pemprov
Jawa Barat siap ikut turun tangan.
"Kalau diizinkan tahun depan kinclong. Tapi warga kampus juga harus ikut menjaga kebersihan lingkungan," tegasnya.
Sementara itu, Keisya, mahasiswi kedokteran hewan, menyampaikan keinginannya untuk berkontribusi dalam menjaga keanekaragaman satwa di Indonesia.
Ia mengaku prihatin karena peminat kedokteran hewan masih lebih sedikit dibandingkan kedokteran umum. Bahkan, profesi dokter hewan terkadang masih dianggap sebelah mata.
Dedi pun memberikan motivasi kepada Keisya agar tidak berkecil hati. Ia mengatakan kebutuhan dokter hewan di Indonesia masih sangat besar, baik di perusahaan swasta, BUMN maupun pemerintahan.
Menurut Dedi, profesi dokter hewan juga memiliki prospek yang menjanjikan dan berpotensi memberikan penghasilan yang besar.
Ia pun mendorong para mahasiswa untuk tidak hanya mengejar gelar, tetapi juga membangun pengalaman, kemampuan, dan kemandirian selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi. (R)
beritaTerkait
komentar