Minggu, 04 Oktober 2026

Dedi Mulyadi Ajak Insan Akademik Hasilkan Karya dan Dampak Nyata bagi Masyarakat Bandung (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaja

Minggu, 09 Agustus 2026 11:35 WIB
Dedi Mulyadi Ajak Insan Akademik Hasilkan Karya dan Dampak Nyata bagi Masyarakat  Bandung (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaja
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir menjadi keynote speaker dalam Pembukaan Resmi Muswil VII KAHMI Jawa Barat di Grand Asrili Hotel Convention, Kota Bandung, Jumat (7/8/2026) malam.

Bandung (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat untuk memperkuat peran insan akademik agar tidak hanya berhenti pada pemikiran, tetapi mampu menghasilkan karya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menjadi keynote speaker dalam Pembukaan Resmi Musyawarah Wilayah (Muswil) VII KAHMI Jawa Barat di Grand Asrili Hotel Convention, Kota Bandung, Jumat malam.

Menurut Dedi, berbagai persoalan bangsa tidak cukup diselesaikan hanya melalui perubahan aturan maupun pergantian pemerintahan. Diperlukan pemikiran yang dapat diterapkan dalam tindakan nyata serta memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat.

Dedi menilai masih terdapat jarak antara dunia akademik dan kehidupan masyarakat. Ilmu pengetahuan, menurutnya, seharusnya tidak hanya menjadi teori atau bahan pembelajaran, tetapi dapat digunakan untuk menciptakan solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan seseorang dalam bidang akademik tidak hanya diukur dari banyaknya gelar yang diperoleh. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana ilmu tersebut dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

"Kalau sudah pencipta, maka harus ada yang diciptakan. Bisa menciptakan lagu, karya arsitektur, sistem pendidikan, sistem aplikasi, sistem energi," ujar Dedi dilansir dari laman Jabarprov.

Dedi juga mendorong insan akademik untuk menjadi pencipta dan inovator. Menurutnya, seorang intelektual tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi harus mampu mengubah pengetahuan tersebut menjadi karya yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Selain itu, Dedi mengajak KAHMI untuk menyampaikan gagasan dan nilai-nilai keislaman dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat luas. "Seluruh bahasa yang langit itu harus dijelaskan dalam bahasa bumi," katanya.

Menurut Dedi, ilmu dan pengetahuan seharusnya hadir di tengah masyarakat untuk membawa perubahan. Ia kemudian mencontohkan tokoh Semar dalam pewayangan yang meskipun memiliki kedudukan tinggi, memilih hadir dan bekerja di tengah masyarakat agar dapat memberikan perubahan secara langsung.

Dari pesan tersebut dapat dipahami bahwa pendidikan dan pengetahuan tidak seharusnya berhenti pada teori, nilai, ataupun gelar akademik. Ilmu harus diwujudkan dalam tindakan, inovasi, dan karya yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, insan akademik diharapkan tidak hanya menjadi orang yang memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi pencipta, pemecah masalah, dan penggerak perubahan positif di tengah masyarakat. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
SNT 7 Bogor Dorong Siswa Ciptakan Solusi Lewat Pembelajaran STEM
Pemprov Jabar Dorong Rebana Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru
Mendikdasmen Tinjau Revitalisasi SDN 1 Kedungjaya Cirebon
Pemprov Jabar dan OJK Dorong Peternak Ayam Petelur Naik Kelas Lewat Program EGG
Kompolnas Dorong Polri Bongkar Jaringan Sindikat Narkotika
Jabar Uji Sistem Rujukan Baru, Pasien Bisa Langsung ke RS Sesuai Penyakit
komentar
beritaTerbaru