Selain itu, Dedi mengajak KAHMI untuk menyampaikan gagasan dan nilai-nilai keislaman dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat luas. "Seluruh bahasa yang langit itu harus dijelaskan dalam bahasa bumi," katanya.
Menurut Dedi, ilmu dan pengetahuan seharusnya hadir di tengah masyarakat untuk membawa perubahan. Ia kemudian mencontohkan tokoh Semar dalam pewayangan yang meskipun memiliki kedudukan tinggi, memilih hadir dan bekerja di tengah masyarakat agar dapat memberikan perubahan secara langsung.
Dari pesan tersebut dapat dipahami bahwa pendidikan dan pengetahuan tidak seharusnya berhenti pada teori, nilai, ataupun gelar akademik. Ilmu harus diwujudkan dalam tindakan, inovasi, dan karya yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, insan akademik diharapkan tidak hanya menjadi orang yang memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi pencipta, pemecah masalah, dan penggerak perubahan positif di tengah masyarakat. (R)
beritaTerkait
komentar