Sementara itu, Irjen Pol Dr
Susilo Teguh Raharjo mengatakan keputusannya bergabung dengan UBISA didorong oleh komitmen untuk mendukung perkembangan perguruan tinggi sebagai salah satu pilar pembangunan bangsa.
"Mendukung perguruan tinggi yang sedang bertumbuh bukan sekadar membantu sebuah institusi, melainkan ikut menanam benih masa depan bangsa. Perguruan tinggi merupakan salah satu pilar utama dalam membangun peradaban, tempat lahirnya sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, inovasi, dan berbagai solusi bagi persoalan bangsa," ujarnya.
Ia menegaskan, perguruan tinggi yang besar lahir dari semangat gotong royong, dedikasi para pendidik, dukungan pemerintah, kepercayaan masyarakat, serta kontribusi alumni dan mitra strategis.
Kehadiran Irjen Pol
Susilo Teguh Raharjo disambut Ketua Yayasan Khafdilah SKom SH MH, Sekretaris Yayasan Maylane Boni Abdillah, Rektor UBISA Drs Agus Supriyadi MT, Wakil Rektor II Dra Surtiati MPd, jajaran Program Studi Hukum, serta sivitas akademika UBISA.
Rektor UBISA Drs Agus Supriyadi MT menyampaikan harapannya agar pengalaman dan jejaring akademik Irjen Pol Susilo Teguh Raharjo mampu memberikan energi baru bagi pengembangan universitas.
Dengan mengusung semangat "Mlesat Mabur Duwur, Nggayuh Adab Luhur", kolaborasi antara UBISA dan
Polri diharapkan semakin memperkuat ekosistem akademik sekaligus memperluas sinergi antara perguruan tinggi dan institusi kepolisian.
Bagi Polri, berkembangnya jejaring Pusat Studi Kepolisian di berbagai kampus menjadi investasi jangka panjang untuk mewujudkan institusi yang semakin berbasis ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan kebutuhan masyarakat.
Wakapolri pun menegaskan bahwa kampus merupakan mitra strategis dalam mendukung transformasi
Polri menuju pelayanan yang semakin profesional, modern, dan terpercaya. (R)
beritaTerkait
komentar