Sementara itu, Direktur SMK, Arie Wibowo Khurniawan, menjelaskan bahwa pada tahun ini Direktorat SMK telah menyempurnakan tiga instrumen tracer study. Penyempurnaan tersebut meliputi penambahan indikator mengenai persepsi dunia industri terhadap
lulusan SMK, peningkatan metodologi sampling melalui penambahan jumlah sampel, serta pengembangan aplikasi pendukung agar proses pendataan lebih efektif dan mudah.
Selain itu, mekanisme verifikasi data juga diperkuat untuk menjaga validitas dan reliabilitas hasil pendataan. Direktorat SMK juga melakukan koordinasi intensif dengan berbagai kementerian dan lembaga guna menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program.
Arie berharap pelaksanaan Penelusuran Tamatan SMK 2026 dapat berjalan lancar, efektif, serta menghasilkan data yang berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Indonesia.
Menurutnya, data yang akurat akan menjadi pijakan penting dalam menciptakan
lulusan SMK yang semakin kompeten, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, dan mampu bersaing di era industri yang terus berkembang. (R)
beritaTerkait
komentar