Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendorong seluruh satuan PAUD di Indonesia berpartisipasi aktif dalam Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) 2026 sebagai upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini.
Direktur
PAUD Kemendikdasmen Kurniawan mengatakan Sulingjar merupakan instrumen evaluasi internal yang berfungsi memotret kondisi nyata satuan
PAUD, mulai dari kualitas pembelajaran, dukungan lingkungan belajar, hingga kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
"Sulingjar bukan sekadar memenuhi imbauan pemerintah, tetapi harus menjadi bagian dari komitmen satuan PAUD untuk terus meningkatkan kualitas layanan," kata Kurniawan saat membuka Webinar Membangun PAUD Bermutu melalui Sulingjar.
Ia mengungkapkan, pada pelaksanaan tahun 2025, tingkat partisipasi satuan
PAUD dalam Sulingjar mencapai 91,72 persen atau sekitar 186.871 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Tahun ini, Sulingjar
PAUD akan dilaksanakan pada 20 Juli hingga 17 Agustus 2026.
Menurut Kurniawan, data yang dihasilkan dari Sulingjar menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran. Karena itu, seluruh satuan PAUD diharapkan berpartisipasi aktif demi mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi setiap anak Indonesia.
Perwakilan Pusat Standar Kebijakan Pendidikan, Meni Handayani, menjelaskan bahwa hasil Sulingjar akan diolah dan ditampilkan dalam Rapor Pendidikan sebagai bahan evaluasi bagi satuan
PAUD untuk menyusun program peningkatan mutu.
"Hingga saat ini, lebih dari 91 persen satuan
PAUD telah mengisi Sulingjar secara memadai sehingga hasilnya dapat ditampilkan pada platform Rapor Pendidikan," ujarnya dilansir dari laman
Kemendikdasmen.
Sementara itu, perwakilan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Seto Setiawan, menekankan pentingnya validitas data dalam pelaksanaan Sulingjar. Seluruh data responden bersumber dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga satuan
PAUD diminta memastikan data guru dan kepala satuan pendidikan telah lengkap dan diperbarui.
Seto mengingatkan, data yang belum lengkap, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau tanggal lahir yang belum terisi, tidak dapat digunakan untuk mengakses aplikasi Sulingjar.
Ia menambahkan, keberhasilan Sulingjar membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar data yang dihasilkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan, program pembinaan, serta peningkatan mutu layanan
PAUD di Indonesia. (R)
beritaTerkait
komentar