"Hingga saat ini, lebih dari 91 persen satuan
PAUD telah mengisi Sulingjar secara memadai sehingga hasilnya dapat ditampilkan pada platform Rapor Pendidikan," ujarnya dilansir dari laman
Kemendikdasmen.
Sementara itu, perwakilan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Seto Setiawan, menekankan pentingnya validitas data dalam pelaksanaan Sulingjar. Seluruh data responden bersumber dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga satuan
PAUD diminta memastikan data guru dan kepala satuan pendidikan telah lengkap dan diperbarui.
Seto mengingatkan, data yang belum lengkap, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau tanggal lahir yang belum terisi, tidak dapat digunakan untuk mengakses aplikasi Sulingjar.
Ia menambahkan, keberhasilan Sulingjar membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar data yang dihasilkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan, program pembinaan, serta peningkatan mutu layanan
PAUD di Indonesia. (R)
beritaTerkait
komentar