Senin, 29 Juni 2026

Prabowo: Kampus Harus Jadi Pusat Inovasi dan Solusi bagi Kemajuan Bangsa

Senin, 29 Juni 2026 18:32 WIB
Prabowo: Kampus Harus Jadi Pusat Inovasi dan Solusi bagi Kemajuan Bangsa
Presiden Prabowo Subianto saat menutup Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di Jakarta International Convention Center, Senin.

Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global yang terus berkembang seiring pesatnya kemajuan sains dan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center, Senin.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menilai kampus harus menjadi ruang lahirnya gagasan, penelitian, dan inovasi yang mampu memberikan jawaban atas berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, kebebasan akademik yang dimiliki perguruan tinggi menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan.

"Universitas adalah tempat di mana gagasan-gagasan diadu, adu pandangan, adu filosofi, adu inovasi. Di situlah disebut bahwa kampus punya academic freedom, kebebasan akademis," ujar Prabowo.

Presiden juga mengajak seluruh perguruan tinggi untuk terus mengembangkan sains dan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa institusi pendidikan memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap kesejahteraan rakyat yang membiayai keberlangsungan pendidikan.

Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah dan kalangan akademisi dalam merumuskan kebijakan pembangunan nasional. Menurutnya, para akademisi memiliki kapasitas intelektual yang dapat memberikan masukan, gagasan, dan solusi berbasis ilmu pengetahuan. "Kalau perlu tiap bulan kita ketemu. Benar, saya butuh jumpa dengan orang-orang pintar," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyoroti perubahan tatanan dunia akibat perkembangan sains dan teknologi. Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi telah membuat dunia semakin terhubung sehingga berbagai peristiwa global dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut menuntut Indonesia untuk memperkuat penguasaan sains dan teknologi agar mampu menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

"Kejadian belasan ribu kilometer berpengaruh kepada kehidupan kita. Kita tidak bertikai, kita tidak bermusuhan sama siapa pun, tapi kalau ada perang nuklir di satu belahan dunia kita akan kena dampaknya," ujarnya.

Penutupan KSTI 2026 menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam memperkuat kolaborasi antara negara, perguruan tinggi, dan dunia industri guna membangun ekosistem sains dan teknologi yang tangguh, inovatif, serta berdaya saing demi mendukung terwujudnya Indonesia yang maju dan mandiri. (DKI1)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
BKPDM Perbarui Capaian Pembelajaran Agama dan Budi Pekerti
Pemkab Taput Kukuhkan Kampung Siaga Bencana Saoloan di Adian Koting
Prabowo: Teknologi Harus Jadi Solusi Percepat Penyelesaian Masalah Bangsa
Presiden Prabowo Tekankan Percepatan Industrialisasi, Perguruan Tinggi Diminta Siapkan SDM Unggul
Bupati Taput Hadiri Penutupan JamNas ASM HKBP 2026, Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Karakter
Kemendikdasmen Tekankan Keseimbangan Digitalisasi dan Pembelajaran Konvensional
komentar
beritaTerbaru