Selasa, 11 Agustus 2026

Presiden Prabowo: Akademisi dan Peneliti Kunci Kemajuan Inovasi dan Industri Nasional

Jumat, 26 Juni 2026 21:04 WIB
Presiden Prabowo: Akademisi dan Peneliti Kunci Kemajuan Inovasi dan Industri Nasional
Presiden Prabowo saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia Tahun 2026 di JICC, Jakarta.

Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa akademisi dan peneliti memiliki peran strategis dalam menghadirkan inovasi guna menjawab berbagai tantangan nasional sekaligus mendorong kemajuan industri di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan strategis yang membutuhkan solusi berbasis riset dan inovasi. Untuk itu, ia mengaku secara konsisten berdialog dengan para ilmuwan dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi guna mencari jawaban atas berbagai persoalan di sektor-sektor strategis.

"Saya berkali-kali datang ke kampus. Saya datang, saya minta orang-orang terpintar. Saya tanya Pak Brian, Profesor Sigit, profesor-profesor IPB, kenapa kita tidak bisa punya benih gandum? Kenapa kita harus impor gandum? Kenapa kelapa sawit per hektare di Malaysia produknya lebih dari kita? Kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?" ujar Presiden.

Menurut Presiden, berbagai inovasi yang mulai dikembangkan saat ini menunjukkan kemampuan anak bangsa dalam menjawab tantangan nasional. Salah satu bukti nyata adalah kemajuan dalam pengembangan mobil nasional.

Presiden Prabowo juga mengungkapkan rasa bangganya karena dapat menggunakan kendaraan hasil karya anak bangsa saat kembali dari pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

"Saya terima kasih kita mulai ke arah punya mobil sendiri. Saya ada satu kepuasan yang mendalam di hati saya. Waktu saya dilantik, saya pulang dari pelantikan, saya bisa naik mobil buatan Indonesia," ungkapnya.

Meski demikian, Presiden menilai setiap inovasi memerlukan proses penyempurnaan. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung pengembangan teknologi dan industri nasional agar semakin maju dan mampu bersaing di tingkat global.

"Tidak apa-apa, minimal kita mulai. Kita harus berani mulai. Kita adalah negara keempat terbesar di dunia. Kita adalah negara yang kekayaannya luar biasa," tegas Presiden.

Presiden berharap sinergi antara pemerintah, akademisi, peneliti, dan dunia industri dapat terus diperkuat sehingga berbagai hasil riset mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi kemajuan bangsa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (DKI1)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemkab Taput Ajukan Revitalisasi 25 Sekolah ke Mendikdasmen
Presiden Prabowo Terima Laporan Perkembangan Program B50 dan Perintahkan Penyederhanaan Struktur BUMN
Pertamina Edukasi 110 Pelajar SMA Al-Azhar Medan tentang Pencegahan HIV/AIDS
Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN, Dorong Riset Perkuat Kemandirian Teknologi Nasional
Prabowo Jamu PM Thailand Anutin di Istana Negara, Perkuat Kemitraan Strategis Kedua Negara
Mahasiswa USU Di-DO Usai Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Satgas Terima Delapan Laporan
komentar
beritaTerbaru