Senin, 15 Juni 2026

Kepala Sekolah Didorong Perkuat Layanan Informasi dalam SPMB Ramah 2026

Senin, 15 Juni 2026 17:55 WIB
Kepala Sekolah Didorong Perkuat Layanan Informasi dalam SPMB Ramah 2026
Webinar SPMB Ramah 2026 bertema “Peran Kepala Sekolah Mendekatkan Layanan Penerimaan Murid Baru melalui SPMB Ramah” yang diselenggarakan Ditjen PAUD Dikdas PNFI bersama Direktorat KSPSTK, Ditjen GTK.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya peran kepala sekolah dalam mendekatkan layanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) kepada masyarakat melalui pelaksanaan SPMB Ramah 2026.

Hal tersebut mengemuka dalam Webinar SPMB Ramah 2026 bertema "Peran Kepala Sekolah Mendekatkan Layanan Penerimaan Murid Baru melalui SPMB Ramah" yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Informal (Ditjen PAUD Dikdas PNFI) bersama Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK).

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Direktur KSPSTK Iwan Junaedi mengatakan kepala sekolah memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, SPMB Ramah merupakan upaya bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan.

"Proses penerimaan murid baru harus berlangsung secara transparan, objektif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak. Kepala sekolah perlu memastikan layanan informasi berjalan responsif, tahapan disampaikan secara terbuka, serta tidak ada praktik titipan, pungutan, maupun perlakuan diskriminatif," ujarnya.

Ia menjelaskan, SPMB Ramah dirancang untuk menghadirkan proses penerimaan peserta didik yang transparan, berkeadilan, dan berbasis data. Seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga pengumuman hasil, dilaksanakan secara terbuka guna menjamin akuntabilitas pelaksanaan.

Dalam webinar tersebut, berbagai praktik baik dari daerah turut dibagikan. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat untuk menyukseskan SPMB Ramah. Ia juga menegaskan komitmen Jawa Tengah melalui gerakan "No Titip, No Jastip" sebagai upaya menjaga integritas proses penerimaan murid baru.

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Semarang, Rusmiyanto, menyoroti pentingnya layanan informasi yang mudah diakses dan responsif agar masyarakat memahami seluruh proses penerimaan dengan baik.

Dari Batam, Kepala SMPS 02 Ibnu Sina Batam, Marlianis, menyampaikan bahwa sekolah swasta memiliki peran penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Melalui penyelenggaraan webinar ini, Kemendikdasmen menegaskan bahwa keberhasilan SPMB Ramah 2026 merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat.

Dengan sinergi tersebut, pelaksanaan SPMB diharapkan berlangsung jujur, terbuka, berkeadilan, serta memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. (R)

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Gubernur Jateng Pantau SPMB 2026, Tegaskan “No Titip-titip, No Jastip”
Bunda PAUD Jateng Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak di Era Digital
KPK Soroti Praktik Pungli dan Gratifikasi dalam Penerimaan Murid Baru
PAUD Emas Jadi Andalan Jateng Dukung Wajib Belajar 13 Tahun
SPMB 2026 Kota Salatiga Resmi Dibuka, Wali Kota Tekankan Integritas dan Transparansi
KPK Terbitkan SE Pencegahan Korupsi dalam SPMB 2026
komentar
beritaTerbaru