Senin, 08 Juni 2026

Presiden Prabowo Dengarkan Kisah Haru Siswa Sekolah Rakyat di Tabanan Bali

Minggu, 07 Juni 2026 19:47 WIB
Presiden Prabowo Dengarkan Kisah Haru Siswa Sekolah Rakyat di Tabanan Bali
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengunjungi SRMP 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026).

Tabanan (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Presiden mendengarkan langsung berbagai kisah perjuangan, harapan, dan ungkapan terima kasih dari siswa maupun calon siswa penerima manfaat program Sekolah Rakyat.

Salah seorang calon siswa, Bagus, menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran Sekolah Rakyat yang dinilai sangat membantu keluarganya. Di hadapan Presiden, ia mengaku tidak memiliki kata-kata yang cukup untuk menggambarkan rasa terima kasihnya atas kesempatan pendidikan yang diberikan melalui program tersebut.

"Untuk Bapak Presiden, saya sangat berterima kasih atas pembangunan Sekolah Rakyat ini. Keluarga kami jadi merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," ujar Bagus.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyaksikan perkembangan kemampuan salah seorang siswa bernama Rizky. Rizky menceritakan bahwa dirinya belum mampu membaca saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Berkat pendampingan guru, wali asuh, dan wali asrama di Sekolah Rakyat, kini ia telah mampu membaca dengan lancar.

"Saat saya SD, saya belum bisa membaca. Setelah masuk Sekolah Rakyat, saya diajarkan oleh guru, wali asuh, dan wali asrama hingga akhirnya lancar membaca," kata Rizky sebelum menunjukkan kemampuannya membaca di hadapan Presiden dan para tamu yang hadir.

Sementara itu, calon siswa Kadek Dewi Lestari bersama ibunya, Ni Nyoman Martini, turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas kesempatan yang diberikan kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Sang ibu mengaku bersyukur karena putrinya dapat melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut. "Terima kasih Pak, anak saya sudah mau masuk sekolah," tutur Martini dengan haru.

Dalam dialog tersebut, Presiden Prabowo juga berbincang dengan Kadek Dewi Lestari yang bercita-cita menjadi guru tari. Presiden memberikan semangat dan berpesan agar ia belajar dengan sungguh-sungguh demi mewujudkan cita-citanya. "Belajar yang baik ya, nanti belajar yang baik ya," pesan Presiden.

Kisah serupa disampaikan Ni Kadek Aryani, remaja berusia 15 tahun yang sempat berhenti sekolah selama dua tahun setelah lulus sekolah dasar karena keterbatasan ekonomi keluarga. Putri seorang petani itu mengaku sangat ingin kembali bersekolah dan menyambut antusias kesempatan bergabung dengan Sekolah Rakyat.

"Saya kepingin sekali dari dulu sekolah. Saya sudah tamat SD. Dua tahun sudah tidak sekolah. Terus ada pengawas datang ke rumah dan menawarkan sekolah. Saya sangat ingin sekolah," ungkap Aryani.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas hadirnya program yang memberinya kesempatan untuk kembali mengenyam pendidikan.

Kisah para siswa dan calon siswa tersebut menjadi gambaran nyata manfaat yang dirasakan masyarakat dari program Sekolah Rakyat. Melalui program ini, pemerintah berupaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus memastikan mereka memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik. (DKI1)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemkab Taput Dukung Pembangunan Sekolah Katolik di Pangaribuan
Jawa Tengah Pelopori Pendidikan Koperasi di Sekolah, Sasar 6,38 Juta Peserta Didik
Keamanan Digital Jadi Sorotan dalam Penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Presiden Prabowo: Tak Ada Toleransi Penyimpangan dalam Program MBG
Wabup Taput Dorong Pemerataan Kualitas Pendidikan Melalui Penataan GTK
Prabowo Terima Menlu Türkiye Hakan Fidan, Bahas Palestina hingga Stabilitas Timur Tengah
komentar
beritaTerbaru