"Budaya sekolah aman dan nyaman mencakup berbagai aspek yang harus dipenuhi oleh sekolah. Mulai dari perlindungan fisik melalui penyediaan sarana dan prasarana yang layak, ketersediaan air bersih, hingga jaminan keamanan pangan di kantin sekolah," jelasnya.
Selain aspek fisik, sekolah juga diharapkan memperhatikan aspek psikologis dan sosiokultural agar peserta didik merasa diterima, dihargai, dan dapat berkembang dalam lingkungan yang positif.
Pemenuhan kebutuhan spiritual warga sekolah juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif.
Mabruri menegaskan, sekolah harus menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri secara optimal.
Dengan penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, ramah anak, serta mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Pekalongan. (R)
beritaTerkait
komentar