Minggu, 31 Mei 2026

Kemendikdasmen Perkuat Gerakan Literasi Nasional di NTT

Minggu, 31 Mei 2026 09:03 WIB
Kemendikdasmen Perkuat Gerakan Literasi Nasional di NTT
Bimbingan Teknis Literasi Generasi Muda dan Gelar Wicara Praktik Baik Literasi di NTT dalam rangka Hari Buku Nasional yang digelar, Selasa (26/5/2026).

Kupang (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus memperkuat Gerakan Literasi Nasional (GLN) guna mewujudkan pendidikan bermutu melalui peningkatan budaya literasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, upaya tersebut dilakukan melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, komunitas, serta berbagai mitra pembangunan.

Salah satu bentuk implementasi program tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Generasi Muda dan Gelar Wicara Praktik Baik Literasi di NTT dalam rangka Hari Buku Nasional yang digelar, Selasa.

Kegiatan bertema "Dari Bumi Flobamorata Menyemai Benih Menebar Pijar Literasi" itu terselenggara atas kerja sama Pemerintah Daerah NTT, INOVASI, dan Bank Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin mengatakan bahwa peningkatan kualitas literasi bangsa tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang bermutu dan berkeadilan. "Partisipasi semesta menjadi kunci untuk membangun ekosistem pendidikan yang bermutu dan berkeadilan," ujarnya.

Hafidz menjelaskan, hasil berbagai asesmen pendidikan menunjukkan perlunya penguatan budaya membaca dan kemampuan literasi peserta didik secara lebih masif.

Karena itu, Kemendikdasmen melalui Badan Bahasa terus memperluas akses terhadap bahan bacaan yang sesuai dengan usia dan jenjang pendidikan anak.

Sebagai salah satu daerah prioritas penguatan literasi nasional tahun 2026, NTT akan menerima distribusi buku bacaan bermutu untuk sekolah-sekolah.

Badan Bahasa akan menyalurkan masing-masing 200 eksemplar buku ke 1.294 sekolah dasar dan 300 eksemplar buku ke 393 sekolah menengah pertama di wilayah tersebut.

"Anak-anak harus memiliki akses terhadap buku-buku yang bermutu, menarik, sesuai usia dan jenjang pendidikan mereka. Dari sanalah kebiasaan membaca dan kemampuan berpikir kritis dapat tumbuh," kata Hafidz.

Selain bantuan buku ke sekolah, Badan Bahasa juga menyerahkan sebanyak 5.400 buku bacaan bermutu kepada Bunda Literasi NTT untuk didistribusikan ke berbagai daerah.

Tidak hanya itu, diserahkan pula perangkat diska keras eksternal yang memuat 1.400 judul buku digital untuk dimanfaatkan oleh Bunda Literasi kabupaten/kota di seluruh NTT.

Dalam kegiatan tersebut, Balai Bahasa Provinsi NTT bersama Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) turut melibatkan generasi muda dalam berbagai aktivitas literasi. Sebanyak 700 siswa dari jenjang SD hingga SMA mengikuti kegiatan sesuai tingkat pendidikan masing-masing.

Siswa sekolah dasar mengikuti kegiatan mengulas buku, siswa SMP dibekali keterampilan membaca cepat, sedangkan siswa SMA diajak melakukan pembacaan kritis terhadap cerita yang dipaparkan narasumber.

Menurut Hafidz, antusiasme peserta menunjukkan bahwa anak-anak memiliki minat belajar yang tinggi ketika diberikan ruang dan bahan bacaan yang menarik serta relevan dengan kehidupan mereka.

"Ada siswa yang merasa cerita yang dibaca sangat dekat dengan kehidupan mereka. Ini menunjukkan bahwa membaca bukan sekadar memahami teks, tetapi juga membangun empati," ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur NTT, Henderina Laiskodat, menyampaikan bahwa budaya membaca masyarakat NTT menunjukkan perkembangan positif.

Berdasarkan Survei Tingkat Kegemaran Membaca Tahun 2025 dari Perpustakaan Nasional, tingkat kegemaran membaca masyarakat NTT mencapai 62,05 atau berada di atas rata-rata nasional sebesar 54,80.

"Kita harus menjaga semangat membaca ini dengan menghadirkan bahan bacaan yang berkualitas dan mudah diakses masyarakat," katanya.

Bunda Literasi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena menegaskan bahwa gerakan literasi harus dimulai dari lingkungan keluarga dan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Serahkan 139 Arsip Statis kepada ANRI
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Murid SMK lewat Program Sertifikasi Tahun 2026
Murid SMK Negeri 1 Sorong Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden atas Bantuan Pendidikan
Pertamina Perkuat Budaya Literasi Lewat MindFUEL dan Peluncuran Tugu PertaLibs
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Pendidikan Nasional 2026
Kemendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Digitalisasi Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru