Sabtu, 18 Juli 2026

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Murid SMK lewat Program Sertifikasi Tahun 2026

Jumat, 29 Mei 2026 17:00 WIB
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Murid SMK lewat Program Sertifikasi Tahun 2026
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti memberikan kata sambutan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Kompetensi Murid SMK Tahun 2026 Tahap II yang digelar di Tangerang Selatan, Senin (25/5/2026).

Tangerang Selatan (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus berupaya memperkuat kompetensi murid melalui Program Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Kompetensi Murid SMK Tahun 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, komitmen tersebut ditunjukkan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Kompetensi Murid SMK Tahun 2026 Tahap II yang digelar di Tangerang Selatan, Senin (25/5).

Sebanyak 394 SMK menerima bantuan program sertifikasi kompetensi guna memfasilitasi murid memperoleh sertifikasi keahlian sesuai bidang masing-masing.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan lulusan SMK dalam menghadapi dunia kerja, sekaligus memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun global.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya penguatan kompetensi murid, baik dari sisi kemampuan teknis maupun keterampilan nonteknis.

"SMK yang mendapatkan program ini menjadi langkah awal dalam mendorong layanan pendidikan bermutu untuk semua. Ciptakan generasi Indonesia hebat yang berkompetensi tidak hanya kemampuan teknis kejuruan, tetapi juga soft skills," ujar Abdul Mu'ti.

Menurutnya, sekolah juga perlu mengembangkan kemampuan 4C pada murid, yakni critical thinking, collaboration, creativity, dan communication. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk mendukung kecerdasan emosional dan kesiapan berkarier di masa depan.

"Melalui sertifikat kompetensi, murid memiliki nilai lebih di mata industri. Inilah langkah Kemendikdasmen untuk mempersiapkan lulusan SMK yang lebih kompetitif," tambahnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan pengembangan keterampilan murid perlu dilakukan secara berkelanjutan seiring perubahan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis.

"Dunia yang berubah cepat perlu diisi oleh SDM yang memiliki kriteria pasar kerja masa depan. Dengan memiliki sertifikasi keahlian, lulusan SMK akan lebih siap bersaing di dunia kerja karena kompetensinya telah diakui secara profesional," kata Tatang.

Ia menjelaskan, sertifikasi kompetensi dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai bidang profesi masing-masing.

Selain itu, sinergi dengan industri juga terus diperkuat agar sertifikasi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Sementara itu, Kepala SMKS Krian 2 Sidoarjo, Indra Wahyu Suliswanto, mengapresiasi bantuan yang diberikan Kemendikdasmen melalui program tersebut.

Menurutnya, program ini sangat membantu murid dalam memperoleh pengakuan kompetensi sesuai konsentrasi keahlian yang dimiliki.

"Bantuan program ini akan memfasilitasi murid sesuai konsentrasi keahlian yang diajukan oleh sekolah. Tentunya hal tersebut akan bermanfaat untuk semua anak didik kami agar siap memasuki dunia kerja," ujar Indra. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pelatihan PM-KKA Dorong Guru Ciptakan Pembelajaran yang Lebih Bermakna
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan PM-KKA, Guru Bisa Tingkatkan Kompetensi Secara Daring
Mendikdasmen Dorong Budaya Kerja Kolegial dan Komunikasi Publik di Lingkungan UPT
Kemendikdasmen Bedah Buku "Presiden Solusi", Dorong Budaya Literasi dan Kepemimpinan Generasi Muda
Pendaftaran TKA dan Asesmen Nasional 2026 Dimajukan, Sekolah Diminta Segera Perbarui Data Siswa
Kemendikdasmen Perkuat PAUD dan Pendidikan Dasar melalui Implementasi Wajib Belajar 13 Tahun
komentar
beritaTerbaru