Milan (buseronline.com) - Pertandingan sengit antara Inter Milan melawan FK Bodo/Glimt di Stadio Giuseppe Meazza berakhir pahit bagi tuan rumah. Inter takluk 1-2 pada leg kedua play-off Liga Champions UEFA dan harus tersingkir dengan agregat 2-5.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Inter sebenarnya tampil menekan sejak awal laga. Namun, efektivitas tim tamu dalam memanfaatkan peluang menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini.
Winger asal Norwegia, Jens Petter Hauge, tampil sebagai aktor utama kemenangan Bodo/Glimt. Ia mencetak satu gol serta menyumbang satu assist krusial yang memastikan langkah timnya ke babak 16 besar.
Kecepatan dan ketajamannya dalam skema serangan balik membuat lini pertahanan Inter kewalahan. Tim Pengamat Teknis UEFA resmi menobatkan Hauge sebagai Man of the Match.
Dalam pernyataannya, mereka menyebut sang pemain sebagai ancaman konstan dalam transisi serangan dan mampu memaksimalkan peluang penting sepanjang laga. Kemenangan ini terasa emosional bagi Hauge yang pernah berkarier di Italia bersama AC Milan.
Kembali ke Milan dengan seragam berbeda, ia justru menjadi mimpi buruk bagi rival sekota mantan klubnya tersebut. Inter sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol bek andalan mereka, Alessandro Bastoni. Namun, upaya itu tak cukup untuk membalikkan keadaan.
Disiplin pertahanan dan efektivitas serangan balik Bodo/Glimt membuat tim tuan rumah kesulitan menciptakan peluang bersih di sisa waktu pertandingan. Hasil ini menjadi catatan bersejarah bagi Bodo/Glimt yang untuk pertama kalinya memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions.
Sementara itu, Inter harus mengubur ambisi mereka di kompetisi elite Eropa musim ini setelah gagal memanfaatkan keunggulan bermain di kandang. Laga ini kembali membuktikan bahwa di panggung tertinggi sepak bola Eropa, nama besar bukanlah jaminan kemenangan. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak
beritaTerkait
komentar