Rabat (buseronline.com) - Tim nasional Senegal memastikan diri sebagai juara Piala Afrika (Afcon) setelah menumbangkan tuan rumah Maroko dengan skor tipis 1-0 melalui babak perpanjangan waktu, Minggu malam waktu setempat.
Kemenangan tersebut diwarnai insiden kontroversial, aksi protes pemain, serta kericuhan di tribun yang sempat menghentikan pertandingan hampir 20 menit.
Pahlawan kemenangan Senegal adalah Pape Gueye. Gelandang The Teranga Lions itu mencetak gol penentu pada awal babak tambahan lewat sepakan keras yang menghujam pojok atas gawang Maroko, sekaligus memastikan gelar kontinental kedua bagi negaranya.
Pertandingan yang digelar di Rabat awalnya berlangsung ketat dan relatif terkendali. Kedua tim saling jual beli serangan, namun gagal memecah kebuntuan hingga waktu normal mendekati akhir.
Ketegangan memuncak pada masa injury time babak kedua ketika wasit, melalui tinjauan VAR, memberikan penalti kepada Maroko.
Keputusan itu diambil setelah bek Senegal, El Hadji Malick Diouf, dinilai melakukan pelanggaran terhadap bintang Maroko, Brahim Diaz.
Keputusan tersebut memicu kemarahan skuat Senegal. Sejumlah pemain bahkan sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.
Di saat yang sama, situasi di tribun penonton ikut memanas. Kericuhan pecah di antara pendukung kedua tim, dan beberapa suporter dilaporkan sempat menjebol barikade pembatas.
Kekecewaan Senegal semakin bertambah karena sesaat sebelum penalti diberikan, gol Ismaila Sarr dianulir oleh wasit. Keputusan cepat tersebut membuat VAR tidak dapat mengintervensi untuk meninjau ulang potensi gol yang dianggap sah oleh kubu Senegal.
Setelah laga terhenti hampir 20 menit, pertandingan akhirnya dilanjutkan. Brahim Diaz maju sebagai algojo penalti bagi Maroko, yang berpeluang besar mengunci kemenangan tuan rumah.
Namun, kiper Senegal tampil gemilang dengan menepis tendangan tersebut, menjaga harapan timnya tetap hidup. Kegagalan penalti itu memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Senegal tampil lebih agresif dan disiplin. Hasilnya, empat menit setelah extra time dimulai, Pape Gueye melepaskan tembakan keras yang berbuah gol dan membawa Senegal unggul 1-0.
Maroko berusaha mengejar ketertinggalan di sisa waktu pertandingan, tetapi rapatnya pertahanan Senegal membuat skor tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Meski diwarnai atmosfer panas dan berbagai insiden, kemenangan ini mengukuhkan Senegal sebagai penguasa baru sepak bola Afrika, sekaligus mengulang sejarah kesuksesan mereka di level kontinental. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak
beritaTerkait
komentar