Rabat (buseronline.com) - Pelatih kepala timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, resmi mengumumkan daftar 26 pemain untuk persiapan menghadapi Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Pengumuman skuad dilakukan, Selasa (26/5/2026) setelah proses pemantauan panjang sejak Maret lalu.
Skuad Singa Atlas kali ini memadukan pengalaman pemain senior dengan munculnya sejumlah talenta muda yang tampil menjanjikan di kompetisi Eropa.
Sebanyak sembilan pemain yang membawa Maroko menembus semifinal Piala Dunia 2022 kembali dipercaya memperkuat tim nasional. Nama-nama seperti Yassine Bounou, Nayef Aguerd, Sofyan Amrabat, hingga Achraf Hakimi tetap masuk daftar utama.
Meski demikian, Hakimi dipastikan baru bergabung setelah menyelesaikan tugas bersama Paris Saint-Germain pada final Liga Champions akhir Mei nanti.
Di balik pengumuman skuad tersebut, terdapat keputusan mengejutkan dengan dicoretnya gelandang serang Sofiane Boufal dari daftar akhir. Padahal, Boufal sempat mengikuti pemusatan latihan timnas Maroko pada bulan ini setelah hampir dua tahun absen dari tim nasional.
Mohamed Ouahbi mengakui keputusan tersebut bukan hal mudah karena Boufal dinilai masih memiliki kualitas untuk bermain di level tertinggi. "Boufal pantas mendapatkannya jika saya bisa memilih 30 atau 40 pemain," ujar Ouahbi.
"Berdasarkan penampilannya, dia pantas mendapatkannya. Para pemain yang saya pilih juga pantas mendapatkannya; saya telah membuat pilihan. Boufal bermain lebih ke tengah, dalam peran nomor 10. Sejak awal, saya jujur kepadanya dan mengatakan kepadanya bahwa posisi nomor 10 sudah terisi. Jelas dia masih pemain yang bagus," lanjutnya.
Sementara itu, Ouahbi juga membuat keputusan berani dengan memanggil wonderkid Lille berusia 18 tahun, Ayyoub Bouaddi. Gelandang muda tersebut berpeluang menjalani debut bersama timnas senior
Maroko.
Pemanggilan Bouaddi dinilai penting bagi federasi Maroko karena sang pemain sebelumnya sempat memiliki opsi membela tim nasional Prancis. Tim pelatih mulai tertarik setelah melihat penampilan impresifnya dalam laga uji coba melawan Burundi.
"Kami sangat bangga dan senang dia bersama kami, yang terpenting adalah dia sangat bangga mewakili
Maroko. Dia anak yang baik, sangat bijaksana, dengan banyak kualitas. Selama 25 menit dia bermain bersama kami, kami bisa langsung melihat bahwa dia memahami banyak hal dengan sangat cepat. Senang rasanya bekerja dengan pemain seperti itu," tambahnya.
Ouahbi sendiri mulai menangani timnas senior
Maroko sejak menggantikan Walid Regragui pada Maret tahun lalu. Sebelumnya, ia sukses membawa
Maroko menjuarai
Piala Dunia U-20 2025.
Menurut Ouahbi, proses seleksi skuad dilakukan melalui pemantauan intensif terhadap para pemain yang tampil di berbagai liga Eropa maupun Timur Tengah. Pemusatan latihan rutin juga dijadikan sarana evaluasi sebelum menentukan daftar akhir pemain untuk
Piala Dunia 2026.
"Kami sangat mengandalkan pemusatan latihan, dan saya sudah mengatakan pada kamp pertama di bulan Maret bahwa beberapa pemain yang tidak hadir juga memiliki kesempatan lolos ke Piala Dunia," jelasnya.
"Saya benar-benar ingin membiarkan pintu terbuka bagi semua orang. Jadi kami terus memantau para pemain, berdiskusi, dan mengatur perjalanan. Kami benar-benar mengawasi banyak pemain hebat. Itu membuktikan satu hal: kami memiliki kumpulan bakat yang sangat besar," tegas Ouahbi. (R)
beritaTerkait
komentar