Ouahbi sendiri mulai menangani timnas senior
Maroko sejak menggantikan Walid Regragui pada Maret tahun lalu. Sebelumnya, ia sukses membawa
Maroko menjuarai
Piala Dunia U-20 2025.
Menurut Ouahbi, proses seleksi skuad dilakukan melalui pemantauan intensif terhadap para pemain yang tampil di berbagai liga Eropa maupun Timur Tengah. Pemusatan latihan rutin juga dijadikan sarana evaluasi sebelum menentukan daftar akhir pemain untuk
Piala Dunia 2026.
"Kami sangat mengandalkan pemusatan latihan, dan saya sudah mengatakan pada kamp pertama di bulan Maret bahwa beberapa pemain yang tidak hadir juga memiliki kesempatan lolos ke Piala Dunia," jelasnya.
"Saya benar-benar ingin membiarkan pintu terbuka bagi semua orang. Jadi kami terus memantau para pemain, berdiskusi, dan mengatur perjalanan. Kami benar-benar mengawasi banyak pemain hebat. Itu membuktikan satu hal: kami memiliki kumpulan bakat yang sangat besar," tegas Ouahbi. (R)
beritaTerkait
komentar