Medan (buseronline.com) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kanwil Kemenagsu) bekerja sama dengan Sabang Merauke Eye Center (SMEC) Medan menggelar sosialisasi dan pemeriksaan mata gratis bagi aparatur sipil negara (ASN), Selasa.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari para pegawai yang mengikuti pemeriksaan kesehatan mata secara langsung oleh tim medis
SMEC Medan.
Kepala Kanwil Kemenagsu Ahmad Qosbi menyampaikan apresiasi kepada tim Rumah Sakit Mata SMEC Medan atas sinergi dan kepeduliannya terhadap kesehatan ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Sumut.
Ia menegaskan bahwa kesehatan mata menjadi aspek penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pegawai, terutama di era digital yang menuntut ASN bekerja dalam durasi panjang di depan layar perangkat elektronik.
"Di era digital saat ini, ASN dituntut bekerja di depan layar perangkat elektronik dalam waktu cukup lama. Kondisi ini rentan menyebabkan gangguan penglihatan jika tidak dibarengi pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin," ujarnya.
Menurut Ahmad Qosbi, kehadiran tim medis dari
SMEC Medan merupakan langkah preventif yang strategis guna menjaga kesehatan dan produktivitas kerja para pegawai.
Sementara itu, perwakilan
SMEC Medan, dr Yulizar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berupa pemeriksaan mata, tetapi juga sosialisasi dan edukasi mengenai berbagai gangguan mata, mulai dari kelainan refraksi hingga deteksi dini katarak dan glaukoma.
Selain memberikan materi edukatif, tim medis
SMEC juga membawa peralatan pemeriksaan modern untuk melakukan pengecekan kesehatan mata langsung di lokasi kegiatan.
"Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial semata, namun dapat berlanjut dalam bentuk program kesehatan berkelanjutan bagi seluruh keluarga besar Kementerian Agama," katanya.
Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi uji ketajaman penglihatan (visus) serta konsultasi singkat terkait keluhan mata yang sering dialami pegawai selama bekerja.
Pihak SMEC juga memberikan rekomendasi tindak lanjut bagi peserta yang terindikasi mengalami gangguan mata dan membutuhkan penanganan lebih lanjut. (P3)
beritaTerkait
komentar