Senin, 11 Mei 2026

Kemenkes RI Ingatkan Bahaya Obesitas bagi Kesehatan Masyarakat

Senin, 11 Mei 2026 16:01 WIB
Kemenkes RI Ingatkan Bahaya Obesitas bagi Kesehatan Masyarakat
Kemenkes RI menggelar kegiatan Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan di Aula Siwabessy, Gedung Prof Dr Sujudi, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Jakarta (Buser online.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menggelar kegiatan Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan di Aula Siwabessy, Gedung Prof Dr Sujudi, Jakarta, Kamis.

Dilansir dari laman Kemkes, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya obesitas dan pentingnya penerapan pola hidup sehat sejak dini.

Obesitas saat ini menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat karena berisiko memicu berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi obesitas pada orang dewasa mencapai 23,4 persen atau sekitar satu dari empat orang dewasa mengalami obesitas. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2018 yang tercatat sebesar 21,3 persen.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menegaskan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan berkaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat.

"Kalau kita ingin hidup lebih sehat dan lebih panjang umur, maka kita harus mulai menjaga pola makan, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga. Kesehatan itu bukan hanya urusan rumah sakit atau program pemerintah, tapi harus menjadi gerakan hidup sehat yang dimiliki setiap individu," ujar Menkes Budi.

Menurutnya, pemerintah terus mendorong upaya pencegahan obesitas melalui edukasi dan perubahan perilaku masyarakat. Salah satunya dengan penyediaan informasi gizi yang lebih sederhana dan mudah dipahami melalui pelabelan nutrisi pada makanan dan minuman.

"Kita ingin masyarakat lebih sadar terhadap apa yang mereka konsumsi. Informasi gizi harus dibuat sederhana dan mudah dimengerti sehingga masyarakat bisa memilih makanan dan minuman yang lebih sehat," lanjutnya.

Selain menjaga pola makan, Menkes juga menekankan pentingnya aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai budaya dan tren positif.

"Kita harus menjadikan olahraga sebagai movement. Mau lari, jalan kaki, badminton, padel apa saja yang penting bergerak dan dilakukan rutin," katanya.

Sementara itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, menyampaikan bahwa obesitas merupakan tantangan kesehatan global yang memerlukan kolaborasi lintas sektor dan pendekatan tanpa stigma.

"Obesitas merupakan kondisi kesehatan yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gaya hidup, lingkungan, pendidikan, hingga akses terhadap layanan kesehatan. Penanganan obesitas membutuhkan upaya bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, industri, dan masyarakat," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Dalam kegiatan tersebut, kerja sama bidang kesehatan antara Indonesia dan Denmark turut diperkuat melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Novo Nordisk dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian obesitas serta diabetes.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya obesitas semakin meningkat dan mendorong penerapan gaya hidup sehat secara konsisten. Acara juga dirangkaikan dengan edukasi kesehatan, konsultasi, dan pemeriksaan kesehatan bagi para peserta. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Benahi Total Program Internsip Dokter
Kemenkes Dorong Siswa Jadi “First Aider” Kesehatan Mental Lewat Bedah Buku
500 Warga Dapat Operasi Katarak Gratis, Kemenkes Perkuat Kerja Sama Internasional
Kemenkes Perkuat Deteksi Dini Preeklamsia Berbasis Teknologi untuk Tekan AKI
Topping Off Gedung Harapan Kita-Tokushukai, Perkuat Layanan Jantung Berkelas Dunia
Kemenkes Terapkan Label “Nutri Level” pada Pangan Siap Saji, Fokus Tekan Konsumsi GGL Berlebih
komentar
beritaTerbaru