Minggu, 28 Juni 2026

Kemenkes RI Ingatkan Bahaya Obesitas bagi Kesehatan Masyarakat

Senin, 11 Mei 2026 16:01 WIB
Kemenkes RI Ingatkan Bahaya Obesitas bagi Kesehatan Masyarakat
Kemenkes RI menggelar kegiatan Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan di Aula Siwabessy, Gedung Prof Dr Sujudi, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Jakarta (Buser online.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menggelar kegiatan Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan di Aula Siwabessy, Gedung Prof Dr Sujudi, Jakarta, Kamis.

Dilansir dari laman Kemkes, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya obesitas dan pentingnya penerapan pola hidup sehat sejak dini.

Obesitas saat ini menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat karena berisiko memicu berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi obesitas pada orang dewasa mencapai 23,4 persen atau sekitar satu dari empat orang dewasa mengalami obesitas. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2018 yang tercatat sebesar 21,3 persen.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menegaskan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan berkaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat.

"Kalau kita ingin hidup lebih sehat dan lebih panjang umur, maka kita harus mulai menjaga pola makan, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga. Kesehatan itu bukan hanya urusan rumah sakit atau program pemerintah, tapi harus menjadi gerakan hidup sehat yang dimiliki setiap individu," ujar Menkes Budi.

Menurutnya, pemerintah terus mendorong upaya pencegahan obesitas melalui edukasi dan perubahan perilaku masyarakat. Salah satunya dengan penyediaan informasi gizi yang lebih sederhana dan mudah dipahami melalui pelabelan nutrisi pada makanan dan minuman.

"Kita ingin masyarakat lebih sadar terhadap apa yang mereka konsumsi. Informasi gizi harus dibuat sederhana dan mudah dimengerti sehingga masyarakat bisa memilih makanan dan minuman yang lebih sehat," lanjutnya.

Selain menjaga pola makan, Menkes juga menekankan pentingnya aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai budaya dan tren positif.

"Kita harus menjadikan olahraga sebagai movement. Mau lari, jalan kaki, badminton, padel apa saja yang penting bergerak dan dilakukan rutin," katanya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Dukung Peluncuran Komisi The Lancet untuk Wujudkan Sistem Kesehatan Indonesia 2045
Kemenkes Tegaskan Tidak Ada Penggelembungan Anggaran Alkes RSUD Krui, Total Bantuan Capai Rp56,7 Miliar
Kemenkes Perkuat Upaya Wujudkan Lansia Sehat dan Mandiri di HLUN 2026
Kemenkes Dorong Pelaku Usaha Kesehatan Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
Kemenkes Batasi Kenaikan Harga Obat, Obat BPJS Tetap Aman
Kemenkes Susun Aturan Kemasan Seragam Rokok dan Vape untuk Tekan Perokok Anak
komentar
beritaTerbaru