Senin, 04 Mei 2026

Pemerintah Dorong Kemandirian Farmasi, MPI Bangun Fasilitas Produksi Rp404 Miliar di Cakung

Senin, 04 Mei 2026 18:02 WIB
Pemerintah Dorong Kemandirian Farmasi, MPI Bangun Fasilitas Produksi Rp404 Miliar di Cakung
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, saat menghadiri prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) fasilitas produksi PT MPI di Kawasan Industri Cakung, Jakarta Timur, Rabu (30/4/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah terus mendorong penguatan industri farmasi nasional guna mencapai kemandirian sektor kesehatan. Hal tersebut ditegaskan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, saat menghadiri prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) fasilitas produksi PT Mitra Prima Internasional (MPI) di Kawasan Industri Cakung, Jakarta Timur, Rabu.

Dilansir dari laman Kemkes, Menkes menekankan bahwa kemandirian sektor kesehatan merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan layanan kesehatan nasional.

Ia menyebut, pengembangan bahan baku obat (Active Pharmaceutical Ingredient/API) dan produk biologi prioritas kini mulai dilakukan di dalam negeri, meski penguatan industri masih perlu terus ditingkatkan.

"Pertumbuhan sektor kesehatan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Hal ini perlu diimbangi dengan penguatan industri dalam negeri agar memberikan nilai tambah, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja dan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)," ujar Budi.

Pemerintah, lanjutnya, terus melakukan penyederhanaan regulasi serta memberikan berbagai insentif untuk mendorong investasi di sektor manufaktur farmasi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing global.

PT Mitra Prima Internasional (MPI), bagian dari Mitra Jaya Group, menanamkan investasi sebesar Rp404 miliar untuk pembangunan fasilitas produksi farmasi tersebut.

Proyek ini ditargetkan rampung pada Oktober 2027 dengan kapasitas produksi mencapai 600 juta tablet per tahun serta potensi penyerapan 213 tenaga kerja.

Melalui kerja sama transfer teknologi dengan Dr Reddy's Laboratories Ltd, perusahaan akan memproduksi berbagai obat strategis, termasuk untuk terapi diabetes, neurologi, dan kardiovaskular. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan obat di dalam negeri.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan POM, Taruna Ikrar, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung penguatan industri farmasi melalui percepatan layanan perizinan.

"Badan POM terus melakukan perbaikan layanan, baik dalam proses sertifikasi maupun izin edar, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, khasiat, dan mutu," ujarnya.

Selain itu, BPOM juga tengah menyiapkan skema conditional approval untuk obat-obatan inovatif yang esensial guna mempercepat akses masyarakat terhadap terapi yang dibutuhkan, dengan tetap mengacu pada standar internasional.

Investasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas industri farmasi nasional serta mendukung ketahanan kesehatan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemerintah Luncurkan Konsorsium 1.000 HPK, Targetkan Penurunan Drastis Kematian Ibu dan Bayi
komentar
beritaTerbaru