Sabtu, 02 Mei 2026

Pemerintah Luncurkan Konsorsium 1.000 HPK, Targetkan Penurunan Drastis Kematian Ibu dan Bayi

Sabtu, 02 Mei 2026 10:01 WIB
Pemerintah Luncurkan Konsorsium 1.000 HPK, Targetkan Penurunan Drastis Kematian Ibu dan Bayi
Kementerian Kesehatan RI resmi meluncurkan Konsorsium 1.000 HPK sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan Indonesia.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan RI resmi meluncurkan Konsorsium 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan Indonesia.

Dilansir dari laman Kemkes, program ini difokuskan pada periode sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, yang dinilai krusial dalam menentukan tumbuh kembang anak.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah menargetkan penurunan signifikan angka kematian ibu dan bayi dalam beberapa tahun ke depan.

Ia menyebutkan, angka kematian ibu yang saat ini mencapai sekitar 4.000 kasus per tahun ditargetkan turun menjadi di bawah 400. Sementara itu, angka kematian bayi diharapkan menurun dari 30.000 menjadi kurang dari 3.000 kasus per tahun.

"Target ini tidak bisa dicapai dengan cara biasa. Kita berbicara tentang nyawa dan masa depan anak-anak Indonesia," ujar Budi dalam peluncuran konsorsium di Jakarta, 28 April 2026.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan penurunan angka stunting hingga di bawah 7 persen. Untuk mencapai tujuan tersebut, berbagai intervensi berbasis data akan dilakukan secara lebih spesifik, terutama dalam pencegahan komplikasi kehamilan dan masalah kesehatan bayi baru lahir.

Langkah konkret yang diambil antara lain mewajibkan pemeriksaan kehamilan minimal delapan kali serta mendistribusikan 10.000 alat ultrasonografi (USG) ke Puskesmas di seluruh Indonesia guna memperkuat deteksi dini risiko kehamilan.

Pemerintah juga tengah menyiapkan produksi suplemen multivitamin dan mineral (MMS) di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil. Program ini telah diuji coba di sembilan rumah sakit daerah dan 36 Puskesmas di wilayah Bogor, Bandung, dan Garut.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam penanganan stunting.

Jumlah indikator kesehatan yang tercapai meningkat dari tiga poin pada 2024 menjadi delapan poin pada 2025. "Kami tidak hanya ingin bayi bertahan hidup, tetapi juga tumbuh optimal dengan pemantauan gizi dan stimulasi yang tepat," ujarnya.

Konsorsium 1.000 HPK dibentuk untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, serta organisasi masyarakat. Inisiatif ini diharapkan mampu mengurangi tumpang tindih program yang selama ini terjadi.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Kesehatan menggandeng Rabu Biru Foundation sebagai sekretariat konsorsium. Direktur Eksekutif Rabu Biru Foundation, Toro Sudarmadi, menyatakan komitmennya untuk memastikan koordinasi antar mitra berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Keberhasilan program ini nantinya akan diukur dari kualitas layanan kesehatan dan pemenuhan gizi yang diterima bayi sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun, termasuk bagi mereka yang tinggal di wilayah terpencil.

Pemerintah berharap, melalui upaya ini, generasi Indonesia pada 2045 dapat tumbuh lebih sehat, cerdas, dan produktif. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru