Kamis, 18 Juni 2026

Pemprov Jabar Tanggung Biaya Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Rabu, 29 April 2026 12:24 WIB
Pemprov Jabar Tanggung Biaya Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyatakan akan menanggung seluruh biaya perawatan korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Dilansir dari laman Jabarprov, selain menjamin biaya medis, Pemprov Jabar juga menyiapkan santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp50 juta per orang.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak musibah.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit bagi para korban yang dirawat. Selain itu, santunan akan diberikan kepada ahli waris korban meninggal masing-masing sebesar Rp50 juta," ujarnya, Selasa.

Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga ini menjadi kecelakaan terakhir, dan keluarga korban diberikan kekuatan serta kesabaran," tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat KRL rute Jakarta-Bekasi berhenti di lintasan akibat adanya taksi listrik yang mogok di rel.

Dalam kondisi tersebut, KRL kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek rute Jakarta-Surabaya. Akibat insiden itu, sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kinerja Sektor Jasa Keuangan Jabar Tetap Tangguh di Triwulan I 2026
Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Berturut-turut dari BPK RI
150 Siswa Jabar Jalani Pendidikan Karakter Pancawaluya di Mako TNI Cilandak
Pemprov Jabar Pastikan Siswa Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah pada SPMB 2026
UM Bandung Siap Verifikasi Data Anak Tidak Sekolah di Jabar
Disdik Jabar Mulai Pemetaan Minat SPMB 2026 Akhir Mei
komentar
beritaTerbaru