"Melalui bedah buku ini, kami ingin memberikan referensi sekaligus pemahaman praktis kepada siswa tentang bagaimana memberikan dukungan awal terhadap teman sebaya yang mengalami masalah psikologis," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan jiwa remaja.
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Buku Sedunia ini diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri dari siswa, guru, serta perwakilan berbagai sektor. Program ini direncanakan akan dilaksanakan dalam tiga seri agar dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Indonesia.
Buku yang dibedah dalam kegiatan ini diharapkan menjadi panduan praktis bagi siswa untuk lebih peka terhadap kondisi teman sebaya, sekaligus mampu memberikan pertolongan awal sebelum mendapatkan bantuan profesional. (R)
beritaTerkait
komentar