Sabtu, 11 April 2026

Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan

Sabtu, 11 April 2026 16:40 WIB
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Pj Sekda Provinsi Sumut Sulaiman Harahap memberikan kata sambutan saat membuka 2nd SA-Note yang dirangkaikan dengan 3rd NSCEACC 2026 di Hotel Adi Mulia, Jumat (10/4/2026).

Medan (buseronline.com) - Pj Sekda Provinsi Sumut Sulaiman Harahap menegaskan pentingnya pemerataan distribusi tenaga medis, khususnya dokter spesialis, hingga ke wilayah terpencil dan kepulauan seperti Nias.

Hal tersebut disampaikan saat membuka 2nd Sumatera Anesthesiology Update (SA-Note) yang dirangkaikan dengan 3rd North Sumatera Conference on Emergency Anesthesia and Critical Care (NSCEACC) 2026 di Hotel Adimulia, Jumat.

Dalam sambutannya, Sulaiman menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan sebagai pilar utama pembangunan manusia di daerah.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin
"Kita harus mendorong pelayanan kesehatan yang lebih merata, cepat, tepat, dan berkualitas hingga ke seluruh pelosok daerah," ujarnya.

Ia menjelaskan, bidang anestesiologi dan perawatan kritis memiliki peran vital dalam sistem pelayanan kesehatan modern. Dokter spesialis anestesi tidak hanya berperan dalam mendampingi tindakan operasi, tetapi juga menjadi penentu utama keselamatan pasien, terutama dalam kondisi kritis dan kegawatdaruratan.

Menurutnya, keterbatasan jumlah tenaga spesialis masih menjadi tantangan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua III Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia, Bambang Puji Sumedi menyebut tantangan dunia medis semakin kompleks. Ia menilai seorang anestesiolog tidak hanya dituntut memiliki kompetensi ilmiah dan teknis, tetapi juga menjunjung tinggi etika dan profesionalisme.

Baca Juga: Pemko Medan Perkuat RSUD Bachtiar Djafar, Prioritaskan Pemenuhan Dokter Spesialis
"Kita sering bekerja dalam situasi dengan waktu sempit, informasi terbatas, dan risiko tinggi. Praktik medis yang baik harus bertumpu pada kompetensi ilmiah, komunikasi yang baik, serta dokumentasi medis yang kuat demi keselamatan pasien dan perlindungan hukum bagi dokter," katanya.

Ketua Perdatin Sumut, Andriamuri Primaputra Lubis, menambahkan bahwa SA-Note merupakan agenda regional yang digelar setiap tiga tahun. Pada edisi kedua tahun 2026 ini, kegiatan mengangkat tema peningkatan kualitas pelayanan anestesi di era digital dan inovasi medis.

Kegiatan yang berlangsung pada 8-12 April 2026 tersebut meliputi workshop, simposium, kompetisi poster ilmiah, hingga pameran alat kesehatan (Medika Expo).

Sebanyak 400 peserta dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian, terdiri atas 170 peserta workshop dan 230 peserta simposium. Selain itu, kegiatan ini menghadirkan 70 narasumber, termasuk pakar dari luar negeri seperti Malaysia dan India.

Melalui forum ini, diharapkan lahir gagasan dan langkah konkret untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Sumut. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru